Kendari, portal.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara menetapkan sebanyak 23 kelurahan di kota itu yang ditetapkan menjadi lokus penurunan “stunting” (kekerdilan pada anak) tahun 2024.
Penetepan kelurahan prioritas percepatan penurunan stunting atau lokus stunting tersebut tertuang dalam keputusan wali Kota Kendari nomor 342 Tahun 2023.
Adapun ke-23 kelurahan itu adalah Kelurahan Lalodati, Punggaloba, Purirano, Anawai, Kassilampe, Puuwatu, Punggolaka, Mangga Dua, Dapu Dapura, Wuawua, Mata, Baruga, Anggoeya, Anduanohu, Wundumbatu, Tipulu, Watulondo, Mandonga, Mokoau, Lahundape, Watubangga, Korumba dan Keluahan Bende.
Pj Wali Kota Kendari, Muhammad Yusup, Selasa, (14/5/24) menyebutkan bahwa dasar penetapan lokus stunting tersebut adalah hasil analisis situasi prevalensi stunting di Kota kenbdari tahun 2023 yang dilaksanakan oleh Bappeda Kota Kendari yang menentukan lokus berdasarkan perengkingan prevalensi stunting, jumlah anak stunting, jumlah keluarga beresiko stunting serta cakupan layanan.

“Ini karena percepatan penurunan stunting di Kendari diperlukan intervensi spesifik dan intervensi sensitif yang dilaksanakan secara holistik, integratif, dan berkualitas melalui koordinasi, sinergi dan konsolidasi. Sehingga tujuan utama penatapan lokus stunting agar integrasi progam perencanaan, pemantauan, evaluasi dan pelaporan lebih terfokus dan terarah.” katanya.
Dikatakan, upaya penurunan stunting akan lebih efektif apabila intervensi gizi spesifik dan sensitif dilakukan secara terintegrasi atau terpadu, melalui konvergensi aksi dari semua stakeholder terkait, yang dilakukan dengan mengintegrasikan dan menyelaraskan berbagai sumber daya untuk mencapai tujuan pencegahan stunting.
Ia menegaskan, penyelenggaraan intervensi secara konvergen terus dilakukan perbaikan oleh TPPS, dengan menyelaraskan perencanaan, penganggaran, pelaksanaan, pemantauan, dan pengendalian kegiatan lintas sektor serta antar tingkat pemerintahan dan masyarakat.

“Kami terus memastikan program dan kegiatan serta anggaran tepat sasaran, dengan meningkatkan koordinasi-sinergi dan memastikan tepat pada sasaran bagi keluarga dengan resiko stunting. Peningkatan peran, kolaborasi dan keterlibatan para mitra pembangunan juga terus dilakukan,” katanya.
Sementara itu, Kepala Dinas Dalduk dan KB Kota Kendari, Hj Andi Dadjeng, mengatakan penguatan Tim Pendamping Keluarga dalam melakukan pendampingan terus dilakukan secara maksimal kepada keluarga beresiko stunting untuk meningkatkan akses terhadap bantuan sosial yang membutuhkan serta peningkatan status gizi remaja putri, ibu hamil dan balita.
“Selain itu, pada balita kami juga terus melakukan penguatan dalam edukasi serta pendampingan terhadap balita gizi kurang untuk mendapat tambahan asupan makanan, pemahaman dalam perbaikan pola asuh, serta pemantauan tumbuh kembang anak,” tuturnya.

Tak hanya itu, upaya penurunan stunting juga dilakukan dengan melakukan beberapa program lainnya, seperti peningkatan perbaikan untuk pemenuhan kebutuhan air minum layak (masih terbatasnya jaringan perpipaan untuk akses air minum layak).
Andi Dadjeng juga menyebutkan, berdasarkan data survei SSGI tahun 2022 lalu angka stunting di kota Kendari tercatat sebesar 19,5 persen dibawah angka nasional 20 persen dengan penurunan dari target 4 persen pemkot Kendari bisa menurunkan hingga menjadi 4,5 persen.
“Salah satu program pemkot Kendari yang bisa dirasakan untuk menurukan angka stunting adalah gerakan orang tua asuh stunting dengan melibatkan seluruh pejabat di lingkup pemkot kendari maupun lembaga – lembaga serta para pelaku usaha yang ada di kota Kendari,” pungkas Andi Dadjeng.(adv)






