Kendari, portal.id — Upaya mempercepat penurunan stunting di Sulawesi Tenggara terus diperkuat. Perwakilan BKKBN Provinsi Sulawesi Tenggara menggelar kegiatan Koordinasi Teknis dengan Mitra Kerja dalam rangka Program Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (GENTING) di Kabupaten Buton, Kabupaten Buton Selatan dan Kota Baubau pada 30 Agustus hingga 2 September 2026.
Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari RPJMN 2025-2029, khususnya Prioritas Nasional 04 tentang pembangunan SDM dan Program Prioritas Peningkatan Kesehatan dan Gizi Masyarakat.

Program GENTING menjadi salah satu strategi kunci Kemendukbangga/BKKBN untuk mencapai target penurunan prevalensi stunting nasional menjadi 18,8% di tahun 2025 dan 14,2% di tahun 2029. Saat ini prevalensi nasional berdasarkan SSGI 2024 telah turun menjadi 19,8% dari sebelumnya 21,5%.
Koordinasi teknis diawali dengan Sosialisasi Program GENTING Tingkat Kabupaten Buton di Aula Kantor Bupati Buton pada 31 Agustus 2026. Kegiatan ini dilanjutkan dengan koordinasi lintas OPD bersama Sekda, DPPKB, Bappeda dan Dinas Kesehatan Kabupaten Buton untuk menyelaraskan program Pelayanan KB Pascapersalinan (PJPK), optimalisasi DAK BOKB, program GENTING dan program Makan Bergizi Bersama (MBG 3B).

Rangkaian kegiatan berlanjut di Kabupaten Buton Selatan dan Kota Baubau pada 1 September 2026. Tim BKKBN Sultra berkoordinasi dengan DPPKB Buton Selatan dan DP3AKB Kota Baubau sekaligus melakukan pembinaan bersama Penyuluh KB (PKB/PLKB) di Balai KB Kecamatan Pasarwajo, Batauga dan Baubau.
Kepala Perwakilan BKKBN Sultra, Dra Asmar, menegaskan, Program GENTING mengedepankan kolaborasi pentahelix yang melibatkan BUMN, BUMD, sektor swasta, perorangan, LSM/komunitas, akademisi dan media.

Pendekatan ini dilakukan melalui dua intervensi, yaitu intervensi spesifik yang berfokus pada pemenuhan gizi ibu hamil, ibu menyusui dan balita pada masa 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), serta intervensi sensitif melalui peningkatan sanitasi, edukasi pola hidup sehat, pola asuh dan pemberdayaan ekonomi keluarga.
Melalui kegiatan ini, berhasil tergalang komitmen lintas pejabat dan aparatur pemerintah daerah untuk berpartisipasi aktif menjadi orang tua asuh bagi keluarga berisiko stunting. Selain itu terwujud keselarasan langkah antar OPD dalam optimalisasi penyerapan DAK BOKB dan integrasi program PJPK, GENTING dan MBG 3B.

BKKBN Sultra merekomendasikan agar koordinasi rutin antar OPD terus dilakukan untuk memantau implementasi program di lapangan, percepatan realisasi anggaran DAK BOKB, serta monitoring dan evaluasi berkala bagi PKB/PLKB dalam pengawalan distribusi bantuan di tingkat desa dan kelurahan.






