Portal,id KENDARI – LM Inarto dan Muhamad Farid terpilih aklamasi untuk menahkodai DPD II Golkar Kota Kendari dan Kabupaten Konawe Kepulauan (Konkep). Keduanya dikukuhkan dalam penggabungan Musda XI Kota Kendari dan Musda III Kabupaten Konkep di Hotel Zahra Syariah Kendari, Sabtu (17/1/2026).
Ketua DPD I Partai Golkar Sultra, La Ode Darwin, mengungkapkan penggabungan Musda dua wilayah ini dilakukan untuk memperkuat gaung politik partai di ibu kota provinsi.
“Itu menandakan bahwa Partai Golkar ini sekarang walaupun Pilcaleg masih lama, tetapi kita sudah menyiapkan infrastruktur yang kuat untuk menghadapi pada pemilu-pemilu masa yang akan datang,” ujar Darwin.
Dalam Musda kali ini, Darwin menekankan target perolehan kursi sebesar 20 persen bagi setiap DPC. Untuk Kota Kendari, Golkar membidik tujuh kursi legislatif, sementara untuk Konkep ditargetkan empat kursi.
Ia menegaskan adanya konsekuensi serius bagi ketua terpilih yang tidak mampu mencapai target tersebut. Ketentuan ini tertuang dalam surat pernyataan yang wajib ditandatangani oleh calon ketua sebagai syarat pencalonan.
“Kalau yang lain tidak mencapai target, maka dia harus bersedia mengundurkan diri. Itu dimuat dalam masing-masing catatan surat pernyataan sebagai salah satu syarat dalam proses pencalonan mereka,” tegasnya.
Meski pemilu masih terpaut waktu cukup lama, DPD I Golkar Sultra menargetkan komposisi calon legislatif (caleg) sudah rampung 200 persen pada Desember 2026. Daftar tersebut kemudian akan diverifikasi menjadi 100 persen pada Desember 2027 dengan mengedepankan aspek basis massa dan kemampuan finansial.
Selain itu, DPD I Partai Golkar Sultra akan membentuk satuan tugas (satgas) khusus di setiap daerah pemilihan (dapil) mulai tahun 2027. Satgas yang dibiayai langsung oleh DPD I Golkar Sultra ini bertugas merangkul pemilih yang mungkin tidak menyukai sosok caleg tertentu agar tetap memberikan suaranya kepada partai.
“Tugasnya satgas tidak memilih caleg, dia memilih partai. Mengarahkan masyarakat memilih partai untuk mengantisipasi tadi ini, kalau dia tidak suka caleg, maka diarahkan memilih partai,” pungkas Darwin.












