Portal.id, KONAWE – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Konawe mulai mengintegrasikan program inklusi keuangan ke dalam kebijakan strategis daerah. Anggapan bahwa urusan menabung hanya menjadi wilayah privat masyarakat kini digeser menjadi tanggung jawab struktural birokrasi melalui penguatan Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD).
Langkah ini diambil guna mengompakkan penetrasi Program Satu Rekening Satu Pelajar (KEJAR) di wilayah tersebut. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) daerah kini tengah merancang penguatan koordinasi lintas sektor yang mencakup penyiapan regulasi khusus, pemetaan alokasi anggaran daerah, serta instruksi langsung kepada jajaran satuan pendidikan formal di bawah kendali pemkab.
Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Konawe, Srijoko Wahyu Hendro, menyatakan intervensi pemerintah sangat krusial untuk memastikan percepatan program ini tidak berjalan di tempat.
“Pemkab Konawe berkomitmen mendukung Program KEJAR melalui berbagai langkah strategis untuk meningkatkan literasi keuangan dan budaya menabung sejak dini di kalangan pelajar. Kolaborasi dengan perangkat daerah terkait dan lembaga jasa keuangan akan terus diperkuat guna mengakselerasi capaian program di Kabupaten Konawe,” tegas Srijoko dalam siaran pers OJK Sultra, Jumat (12/6/2026).











