Kendari, portal.id – Kebijakan penerapan sistem absensi berbasis Face ID yang diinisiasi oleh dr. Hj. Siska Karina Imran, SKM terbukti memberikan dampak positif terhadap peningkatan disiplin Aparatur Sipil Negara (ASN) sekaligus menciptakan efisiensi anggaran daerah. Hingga April 2026, kebijakan tersebut berhasil menghemat anggaran pembayaran Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) Pegawai Negeri Sipil (PNS) hampir Rp1 miliar.
Wali Kota Kendari mengatakan bahwa penerapan absensi Face ID telah melalui kajian dan perhitungan yang matang sebagai bagian dari upaya mewujudkan tata kelola pemerintahan yang efektif, transparan, dan berbasis digital. Menurutnya, pemberian TPP harus sejalan dengan tingkat kedisiplinan dan kinerja ASN.
“Penerapan absensi Face ID bukan untuk mempersulit ASN, tetapi untuk memastikan bahwa setiap hak yang diterima sesuai dengan kewajiban yang telah dilaksanakan. Ini merupakan bentuk komitmen pemerintah dalam menciptakan budaya kerja yang profesional dan bertanggung jawab,” ujar Siska Karina Imran.
Berdasarkan data realisasi TPP PNS periode Januari hingga April 2026, Pemerintah Kota Kendari mencatat efisiensi anggaran sebesar Rp897.342.783 dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya. Penghematan tersebut merupakan hasil dari penerapan sistem absensi digital yang mampu mencatat tingkat kehadiran ASN secara akurat dan objektif.
Sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) turut mencatat efisiensi anggaran yang signifikan. Di antaranya, Dinas Pertanian Kota Kendari dengan penghematan sebesar Rp240,3 juta, Badan Pendapatan Daerah sebesar Rp120,7 juta, Badan Keuangan dan Aset Daerah sebesar Rp107,6 juta, serta Badan Perencanaan Pembangunan Daerah sebesar Rp92,2 juta.
Menurut Wali Kota, efisiensi anggaran yang diperoleh dari pembayaran TPP tersebut dapat dialokasikan untuk mendukung berbagai program pembangunan dan peningkatan pelayanan publik yang menjadi prioritas Pemerintah Kota Kendari. Selain itu, kebijakan ini juga diharapkan mampu mendorong ASN untuk meningkatkan etos kerja, kedisiplinan, dan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
“Anggaran yang berhasil dihemat dapat dimanfaatkan untuk program-program yang lebih berdampak langsung kepada masyarakat. Yang terpenting, sistem ini mendorong terciptanya budaya kerja yang lebih disiplin, profesional, dan berorientasi pada pelayanan,” tambahnya.
Dengan capaian penghematan hampir Rp1 miliar hanya dalam kurun waktu empat bulan, penerapan absensi Face ID menjadi salah satu inovasi strategis Pemerintah Kota Kendari dalam mendukung reformasi birokrasi dan pengelolaan keuangan daerah yang lebih efektif. Kebijakan ini diharapkan mampu menciptakan ASN yang lebih disiplin, produktif, dan berintegritas, sekaligus memperkuat efektivitas penggunaan anggaran daerah demi kesejahteraan masyarakat.






