Portal.id, KENDARI – Rendahnya literasi keuangan di kalangan usia produktif kerap kali menjadi bom waktu ekonomi yang memicu maraknya kasus penipuan dan kegagalan pengelolaan aset di masa depan. Menyikapi ancaman laten tersebut, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sulawesi Tenggara (Sultra) memosisikan Program Satu Rekening Satu Pelajar (KEJAR) sebagai investasi jangka panjang bagi pembentukan karakter generasi muda.
Pengenalan produk perbankan formal sejak bangku sekolah dirancang bukan sekadar untuk mengejar angka statistik tabungan, melainkan melatih kedisiplinan finansial, pemahaman atas risiko keuangan, serta tanggung jawab pengelolaan modal. OJK meyakini, ketahanan ekonomi nasional di masa depan sangat bergantung pada kecakapan finansial para pelajar hari ini.
Deputi Kepala OJK Sultra, Indra Natsir Dahlan, memaparkan sinergi masif di tingkat daerah merupakan prasyarat mutlak untuk melahirkan generasi yang kebal terhadap jebakan keuangan ilegal.
“Sinergi antara Pemda, BPR Bahteramas Konawe, dan seluruh pemangku kepentingan menjadi faktor penting dalam memperluas akses keuangan bagi pelajar. Melalui Program KEJAR, diharapkan makin banyak pelajar yang memiliki akses terhadap produk keuangan formal yang aman, mudah dijangkau, dan sesuai dengan kebutuhan mereka,” jelas Indra dikutip dalam siaran pers OJK Sultra, Jumat (12/6/2026).
Sikap melek finansial ini diproyeksikan menjadi modal dasar yang krusial guna mencetak masyarakat yang tangguh dan siap menghadapi tantangan makro ekonomi menuju visi besar Indonesia Emas 2045.












