#Advetorial#HeadlineDaratan SultraFokus RedaksiMetro KendariSulawesi Tenggara

Distan Kendari Terus Begerak, Pelatihan Pembuatan Biosaka Sambangi Petani di Wuawua dan Kendari Barat

×

Distan Kendari Terus Begerak, Pelatihan Pembuatan Biosaka Sambangi Petani di Wuawua dan Kendari Barat

Sebarkan artikel ini
Pelatihan Pembuatan Biosaka di Kendari Barat

Kendari, portal.id – Dinas Pertanian (Distan) Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), terus bergerak dari satu titik ke titik lain guna memberikan pelatiyhan terhadap petani cara pupuk organik biosaka.

Kali ini Selasa (23/5/23),Distan Kendari melalui Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Wua-Wua dan BPP Kecamatan Kendari Barat menggelar Pelatihan Pembuatan Biosaka Kepada Kelompok Tani binaan yang dihadiri Kepala Dinas Pertanian, Sahuriyanto Meronda, Sekretaris Dinas Pertanian Kendari Asriati Lio serta rekan-rekan Penyuluh Pertanian dan anggota kelompok tani.

Pelatihan pembuatan Biosaka bertempat di Kantor BPP Kecamatan Wua-Wua dan rumah Ketua Kelompok Tani Sejuk di Kelurahan Tipulu Kecamatan Kendari Barat. Pelatihan pembuatan Biosaka ini dipandu oleh Penyuluh Pertanian.

Pelatihan Pembuatan Biosaka di Kendari Barat

Kadis Pertanian Kendari, Sahuriyanto mengatakan bahwa Biosaka sendiri merupakan larutan ekstrak tumbuhan yang berperan sebagai elisitator yang dapat meningkatkan produktivitas tanaman.

“Sehingga manfaat bagi tanaman adalah kesuburan tanaman dan produksi lebih baik. Selain itu Biosaka ramah terhadap lingkungan, hemat biaya dan dapat menekan penggunaan pupuk hingga 50% juga mengurangi serangan hama dan penyakit tanaman,” katanya.

Dijelaskan, bahan alami Biosaka adalah ekstrak hasil remasan berbagai macam tanaman sehat yang tumbuh di sekitar areal persawahan yang sudah mampu beradaptasi dengan lingkungan sekitarnya.

Pelatihan Permbuatan Biosaka di Wuawua

“Ini tidak boleh diambil di tempat lain, hanya di sekitar sawah yang ada, dan ambilnya itu rumputan yang segar yang tidak ada tajam-tajamnya, kemudian tidak lubang-lubang,” katanya.

Ia menerangkan beberapa hal yang harus diperhatikan dalam pembuatan pupuk organik Biosaka pertama pemilihan bahan yang tepat yaitu memanfaatkan berbagai macam dedaunan atau rerumputan yang kondisinya sehat, artinya tidak terlihat adanya lubang-lubang atau bercak-bercak yang menunjukkan bekas gigitan serangga.

Kedua, proses pembuatan yaitu dengan cara meremas dedaunan atau rerumputan yang telah di simpan dalam sebuah wadah yang dicampur dengan air. Peremasan dilakukan selama 10-15 menit hingga kadar mencapai 500 sampai 600.

Pelatihan Pembuatan Biosaka di Wuawua

“Diremas sampai kadarnya 500 sampai 600. Lebih tinggi lagi lebih bagus. Ini yang penting waktu remas 10-15 menit, nggak boleh naikkan tangan saat diremas-remas. Nggak boleh kasih berhenti baru nyambung lagi, itu nggak boleh,”  katanya.

Hal ketiga yang harus diperhatikan petani adalah cara menggunakan pupuk Biosaka yaitu penyemprotan dilakukan di atas tanaman dan tidak disemprotkan secara langsung ke tanaman.

“Alhamdulillah, respon  petani cukup positif dalam mengikuti setiap kegiatan pelatihan ini dibeberapa tempat karena mereka semakin memahami arti pupuk organic Biosaka ini serta bahaya jangka panjang Pupuk Kimia yang selama ini dipergunakan di lahan pertanian mereka,” kata Mantan Camat Kendari Barat ini.

Peserta Pelatihan pembuatan Biosaka di Kendari Barat

Sekdis Pertanian Kendari Asriati Lio, mengatakan bahwa biosaka ini memiliki keunggulan dan menguntungkan para petani. Dengan menggunakan teknologi biosaka, petani dapat menghemat penggunaan pupuk kimia dari pabrik hingga 50 persen. Selain itu, teknologi biosaka juga dapat membantu pemerintah dalam mengatasi kendala subsidi pupuk.

“Penggunaan Biosaka ini efisien, dan hemat biaya dalam mengusir atau menekan hama penyakit tanaman dengan demikian bisa meningkatkan produksi pertanian. Sifatnya biosaka ini perangsang tanaman untuk bisa lebih adaptif menolak hama dan tumbuh lebih bagus,” katanya.(ADV)

Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan ikuti WhatsApp channel portal.id