Kendari, portal.id – Pemerintah Kota Kendari, melalui Dinas Pertanian mengajari para tenaga penyuluh yang ada di kota itu cara membuat pupuk organik Biosaka yang memanfaatkan berbagai macam tanaman sehat yang tumbuh di sekitar areal persawahan.
Kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan penyuluh tentang pembuatan biosaka ini dihadiri langsung oleh Kepala Dinas Pertanian Kendari, Sahuriyanto Meronda, berlansung di Balai Penyuluh Pertanian Abeli, Senin (15/5/23).
“Biosaka adalah salah satu sistem teknologi terbarukan dalam perkembangan dunia pertanian organik modern yang terbentuk sebagai bio-technology (biologi-teknologi). Biosaka hadir sebagai inovasi untuk megurangi penggunaan pupuk kimia dan melindungi tanaman dari hama yang bahan bakunya memanfaatkan sumber daya alam disekitar,” kata Sahuriyanto.

Sahuriyanto mengatakan bahan alami Biosaka adalah ekstrak hasil remasan berbagai macam tanaman sehat yang tumbuh di sekitar areal persawahan yang sudah mampu beradaptasi dengan lingkungan sekitarnya.
“Ini nggak boleh diambil di tempat lain, hanya di sekitar sawah yang ada, dan ambilnya itu rumputan yang segar yang tidak ada tajam-tajamnya, kemudian tidak lubang-lubang,” katanya.
Ia menerangkan beberapa hal yang harus diperhatikan dalam pembuatan pupuk organik Biosaka pertama pemilihan bahan yang tepat yaitu memanfaatkan berbagai macam dedaunan atau rerumputan yang kondisinya sehat, artinya tidak terlihat adanya lubang-lubang atau bercak-bercak yang menunjukkan bekas gigitan serangga.

Kedua, proses pembuatan yaitu dengan cara meremas dedaunan atau rerumputan yang telah di simpan dalam sebuah wadah yang dicampur dengan air. Peremasan dilakukan selama 10-15 menit hingga kadar mencapai 500 sampai 600.
“Diremas sampai kadarnya 500 sampai 600. Lebih tinggi lagi lebih bagus. Ini yang penting waktu remas 10-15 menit, nggak boleh naikkan tangan saat diremas-remas. Nggak boleh kasih berhenti baru nyambung lagi, itu nggak boleh,” katanya.
Hal ketiga yang harus diperhatikan petani adalah cara menggunakan pupuk Biosaka yaitu penyemprotan dilakukan di atas tanaman dan tidak disemprotkan secara langsung ke tanaman.
“Cara penyemprotan harus menyemprot ke atas supaya di bawa angin. Kan dicampur air dan tuang ke dalam handsprayer baru disemprotkan ke atas tanaman,” jelas kata mantan Kabag Umum Setda Kendari ini.

Sementara itu, Sekdis Pertanian Kendari Asriati Lio, mengatakan bahwa biosaka ini memiliki keunggulan dan menguntungkan para petani. Dengan menggunakan teknologi biosaka, petani dapat menghemat penggunaan pupuk kimia dari pabrik hingga 50 persen. Selain itu, teknologi biosaka juga dapat membantu pemerintah dalam mengatasi kendala subsidi pupuk.
“Penggunaan Biosaka ini efisien, dan hemat biaya dalam mengusir atau menekan hama penyakit tanaman dengan demikian bisa meningkatkan produksi pertanian. Sifatnya biosaka ini perangsang tanaman untuk bisa lebih adaptif menolak hama dan tumbuh lebih bagus,” katanya.

Ia berharap, darinpelatihan itu aka para tenaga penyuluh pertanian bisa langsung mengajari langsung pembuatan elsitor biosaka kepada petani.(ADV)






