#Advetorial#HeadlineDaratan SultraFokus RedaksiMetro KendariSulawesi Tenggara

Dinas Pertanian Kendari Latih Pembuatan Elisitor Biosaka Terhadap Kelompok Tani di Labibia 

×

Dinas Pertanian Kendari Latih Pembuatan Elisitor Biosaka Terhadap Kelompok Tani di Labibia 

Sebarkan artikel ini
Dinas Pertanian Kendari pada acara Pelatihan Tematik Praktek Pembuatan Elisitor Biosaka di Kelompok Tani Matanggonawe Kelurahan Labibia Kec. Mandonga.

Kendari, portal.id – Dinas Pertanian Kota kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra) bersama Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Mandonga melakukan Pelatihan Tematik Praktek Pembuatan Elisitor Biosaka terhadap Kelompok Tani Matanggonawe Kelurahan Labibia Kecamatan Mandonga, Rabu, (17/5/23)

Kepala Dinas Pertanian Kendari, Sahuriyanto, mengatakan biosaka adalah suatu usaha dalam melindungi, memperbaiki, menjaga alam dengan berbahan alam pula.

“Alhamdulillah, respon  petani cukup positif dalam mengikuti Materi pada setiap kegiatan pelatihan ini karena mereka semakin memahami arti pupuk organic Biosaka ini serta bahaya jangka panjang Pupuk Kimia yang selama ini dipergunakan di lahan pertanian mereka,” kata Mantan Camat Kendari Barat ini.

Dikatakan, Biosaka menjadi salah satu oase bagi petani untuk dapat bertani secara efektif dan efisien. Karena dengan biosaka ini telah terbukti dapat meminimalisir penggunaan pupuk kimia, namun hasil yang didapatkan tetap maksimal serta ramah lingkungan.

Pelatihan Tematik Praktek Pembuatan Elisitor Biosaka di Kelompok Tani Matanggonawe Kelurahan Labibia Kec. Mandonga, Rabu, (17/5/23)

Bahan alam itu kata dia, menjadi penyeimbang kelangsungan ekosistem, ekologi (rumah bagi seluruh mahluk) termasuk mikrobiologi, landungan di dalam bahan alam menjadi stimulan, penyemangat, pembangkit semangat, menghidupkan energi yang tersimpan supaya bekerja.

“Elemen alam ini masing-masing mengandung dan memiliki kekuatan tersendiri dari bahan yang ada dan hidup didalamnya,” jelasnya.

Ia juga menjelaskan Elisitor Biosaka bermanfaat sebagai signaling dengan cara mengaktifkan sel-sel pada akar tanaman untuk tumbuh dan berproduksi.

Sahuriyanto juga mengungkap Elisitor biosaka dibutuhkan tanaman dalam jumlah yang sedikit, apabila tanaman kelebihan menerima elisitor, maka akibat yang ditimbulkan tanaman itu mengalami kerusakan sel, dengan tingkat paling kronis menimbulkan kematian.

Usai Pelatihan Tematik Praktek Pembuatan Elisitor Biosaka di Kelompok Tani Matanggonawe Kelurahan Labibia Kec. Mandonga, Rabu, (17/5/23)

Ia menjelaskan, biosaka itu formulanya adalah bagaimana mencari tanaman-tanaman rerumputan di sekitar area perkebunan atau persawahan, dengan syarat tidak lebih 20 kilometer dari wilayah perkebunan dan persawahan.

“Yang bagus itu ambil rumput di sekitar pematang-pematang sawah dengan 5 jenis rumput yang berbeda dengan syarat rumput juga, tidak boleh lobang-lobang pada daunnya, dan rumput yang masih segar,” jelasnya.

Ketika rumput sudah terkumpul kata dia, simpan dalam eber atau baskom lalu disiram air sekitar 2 gayung, lalu semua rumput diremas dan diputar 1 arah melawan jarum jam dari kanan ke kiri selama beberapa menit.

Pelatihan Tematik Praktek Pembuatan Elisitor Biosaka di Kelompok Tani Matanggonawe Kelurahan Labibia Kec. Mandonga, Rabu, (17/5/23)

“Setelah itu dilakukan pengetesan dengan menggunakan alat TSM yang berfungsi untuk mengukur kandungan homogenitas air,” ujarnya.

Ketikan kandungannya bagus itulah yang dipakai untuk menyemprot tanaman yang ada, serta untuk menyemprot itu jangan dikasih kena langsung tapi dengan cara diembunkan.

Ia menambahkan, pihaknya terus melakukan sosialisasi manfaat biosaka dan pelatihan pembuatan biosaka, untuk bisa membandingkan mana yang bagus menggunakan biosaka dan tidak menggunakan biosaka.

Pelatihan Tematik Praktek Pembuatan Elisitor Biosaka di Kelompok Tani Matanggonawe Kelurahan Labibia Kec. Mandonga, Rabu, (17/5/23)

Untuk digaris bawahi, biosaka itu bukan pengganti pupuk melainkan tetapi dapat mengurangi ketergantungan petani terhadap pupuk hingga 50 persen.

Sebelumnya, di Balai Penyuluh Pertanian Abeli, Senin (15/5/23), pemerintah Kota Kendari, melalui Dinas Pertanian mengajari para tenaga penyuluh yang ada di kota itu cara membuat pupuk organik Biosaka yang memanfaatkan berbagai macam tanaman sehat yang tumbuh di sekitar areal persawahan. Kegiatan ini yang dihadiri langsung oleh Kepala Dinas Pertanian Kendari, Sahuriyanto Meronda ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan penyuluh tentang pembuatan biosaka.(ADV)

Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan ikuti WhatsApp channel portal.id