#HeadlineKonawe

Basarnas Kendari Tutup Operasi SAR Hari Ketujuh, Kru MV LGH Prosper Belum Ditemukan

×

Basarnas Kendari Tutup Operasi SAR Hari Ketujuh, Kru MV LGH Prosper Belum Ditemukan

Sebarkan artikel ini

Konawe, portal.id – Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Kendari resmi menutup operasi pencarian dan pertolongan (Ops SAR) terhadap seorang kru kapal MV LGH Prosper yang terjatuh ke laut di sekitar perairan Toronipa, Kecamatan Soropia, Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara.

Penutupan operasi dilakukan pada Minggu (25/10/2026), setelah pencarian memasuki hari ketujuh dan belum membuahkan hasil. Hingga pukul 15.15 Wita, tim rescue KPP Kendari belum menemukan tanda-tanda keberadaan korban.

Kepala KPP Kendari, Amiruddin AS, menyampaikan bahwa operasi SAR dihentikan setelah upaya pencarian selama tujuh hari tidak menemukan korban. Meski demikian, operasi dapat dibuka kembali apabila ditemukan tanda-tanda keberadaan korban.

Korban diketahui bernama Abdul Rahman, 45 tahun, warga Kelurahan Gili Timur, Kecamatan Kamal, Kabupaten Bangkalan, Provinsi Jawa Timur.

Peristiwa tersebut terjadi pada Senin (19/10/2026) sekitar pukul 08.43 Wita. Saat itu, MV LGH Prosper sedang berlayar dari Muara Jawa menuju Morosi.

Korban dilaporkan terjatuh ke laut ketika memasang tangga pandu di lambung kiri kapal. Mengetahui kejadian tersebut, kru kapal lainnya segera melemparkan pelampung ke arah korban dan melakukan upaya pencarian dengan menurunkan sekoci. Namun, hingga operasi SAR hari ketujuh berakhir, korban belum berhasil ditemukan.

Dalam operasi tersebut, sejumlah unsur terlibat, yakni koordinator misi SAR (SMC) beserta staf KPP Kendari, tim rescue KPP Kendari, PT Lumoso Galley Harmoni, serta kru MV LGH Prosper.

Tim SAR mengerahkan sejumlah peralatan, di antaranya truk personel, rescue car, rigid inflatable boat (RIB), Aquaeye, peralatan SAR untuk evakuasi dan medis, peralatan komunikasi, serta perlengkapan pendukung keselamatan lainnya.

Berdasarkan informasi cuaca dari BMKG, kondisi perairan saat pencarian berlangsung dilaporkan berawan, dengan tinggi gelombang berkisar 0,25–0,5 meter. Kecepatan angin mencapai 11 kilometer per jam dari arah utara.

Dengan dihentikannya operasi tersebut, Basarnas Kendari tetap membuka kemungkinan pencarian dilanjutkan apabila terdapat informasi atau tanda-tanda baru terkait keberadaan korban.

Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan ikuti WhatsApp channel portal.id