#Headline

Anggota DPR Anas Tahir: Stunting Masih Jadi Pekerjaan Rumah Bersama

×

Anggota DPR Anas Tahir: Stunting Masih Jadi Pekerjaan Rumah Bersama

Sebarkan artikel ini

Banyuwangi, portal.id – Saat ini angka stunting di Indonesia masih 21 persen. Kendati, jumlah ini menurun dibanding sebelumnya. Namun, ini menjadi pekerjaan rumah bersama karena angka stunting yang ditolerir lembaga kesehatan dunia yakni 2 persen.

Demikian dituturkan oleh Anggota DPR RI komisi IX, Fraksi PPP, H. Sy. Anas Tahir, saat “Sosialisasi dan KIE Program Bangga Kencana Bersama Mitra Kerja di lapangan Tegalpare, kecamatan Muncar Kabupaten Banyuwangi”, Kamis (10/8/2023).

“Jadi kita masih punya utang 7 persen” katanya.

Ia menjabarkan, angka stunting di Banyuwangi masih harus dikurangi lagi.

Karena itulah dirinya mengajak seluruh masyarakat di Banyuwangi ikut andil menekan angka stunting ini. Salah satunya, yakni dengan mencegah pernikahan dini.

“Salah satu penyebab stunting yang menonjol yakni pernikahan dini,” tuturnya.

Ia menyebutkan, kesadaran orang tua dalam mencegah pernikahan dini menjadi sangat penting. Yakni, ibu-ibu harus disiplin tak menikahkan anaknya sebelum usia yang tepat.

Lebih-lebih, saat ini BKKBN telah memiliki program pendidikan pra nikah bagi calon pengantin.

“Ini juga menjadi salah satu intervensi negara agar masyarakat lebih terlibat dalam menekan angka stunting,” jelasnya.

Legislatif sendiri, kata Anas, juga masif melakukan sosialisasi ke seluruh Indonesia. Bahkan, hingga 1.000 titik sosialisasi.

“Kita juga anggarkan khusus agar program sosialisasi ini ditambah agar masyarakat bisa semakin aware terkait kesehatan. Utamanya stunting,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala Biro Umum dan Hubungan Masyarakat BKKBN RI, Drs, Putut Priyatno M.Kes., menjelaskan, bahwa dirinya apresiasi langkah sosialisasi masif yang dilakukan Anas Thahir.

Pihaknya sendiri di daerah selama ini selalu mendorong dan memberikan dukungan penuh dalam menangani stunting.

“Memang memberikan dorongan penuh pada Dinas Sosial dan KB dalam menangani stunting. Agar Banyuwangi bebas stunting,” pungkas Putut.

Hadir juga dalam kegiatan tersebut Hanik Setyarini AP. M.Si selaku kepala Dinas Sosial dan KB kabupaten Banyuwangi. Dirinya menjelaskan banyak faktor penyebab stunting diantara adalah pemberian gizi yang kurang dan perhatian terhadap 1000 HPK. Hanik menjelaskan stunting dapat dicegah mulai dengan 1000 Hari Kelahiran Pertama.

Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan ikuti WhatsApp channel portal.id