Kendari, Portal.di – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Kendari secara resmi memutuskan penghentian sementara proses pembangunan rumah sakit permata bunda yang terletak dijalan Syech Yusuf Kelurahan Korumba Kecamatan Mandonga Kota Kendari Sulawesi Tenggara (Sultra).
Keputusan tersebut diambil pasca DPRD Kota Kendari menggelar rapat dengar pendapat (RDP) usai mendapat keluhan dari masyarakat bahwa aktivitas pembangunan rumah sakit permata bunda merugikan warga sekitar, Kamis, 10 Agustus 2023.
Ketua Komisi III DPRD Kota Kendari, LM Rajab Jinik D, S.Sos., M.Hum. mengatakan, terkait dengan hasil RDP yang digelar oleh DPRD Kota Kendari yang juga dihadiri oleh seluruh unsur yakni OPD terkait seperti PUPR yang membidangi tata ruang, DLHK yang membidangi lingkungan dan UKUPL, Lurah, Camat, Penasehat hukum, Masyarakat dan juga perwakilan pihak rumah sakit permata bunda.
“Setelah kita dengarkan semua baik itu dari masyarakat sebagai pembawa aspirasi di DPRD dan meminta tanggapan lurah dan camat ternyata sudah pernah dimediasi persoalan ini namun tak kunjung selesai,” kata Rajab Jinik.
Pria yang akrab disapa RJ ini bilang, semua yang hadir sama sama sepakat untuk meminta pemerintah kota (Pemkot) Kendari untuk mengkaji ulang segala perizinan dalam hal proses pembangunan rumah sakit permata bunda karena letaknya yang berada di kawasan pemukiman masyarakat.
“Apa yang menjadi aspirasi masyarakat terkait sudah adanya dampak keretakan rumah warga akibat dari aktivitas pemasangan tiang pancang milik rumah sakit permata bunda makanya tadi kita sepakat semua dan DPRD mengambilnya kesimpulan bahwa proses pembangunan rumah sakit permata bunda kita hentikan sementara,” ucap Rajab.
Menurut Politisi Partai Golkar ini pembangunan tersebut bisa dilanjutkan jika sudah tidak ada satupun masyarakat yang mengeluh dan tergantung akibat aktivitas pembangunan rumah sakit permata bunda tersebut.
Tak hanya itu, Rajab juga meminta kepada seluruh OPD yang mengeluarkan izin seperti DPMPTSP, PUPR, dan juga DLHK untuk mengkaji ulang proses perizinan pembangunan rumah sakit permata bunda dan hasilnya segera diserahkan ke DPRD Kota Kendari.
“Jika dikemudian hari ada yang ditemukan persoalan yang tidak bisa diselesaikan saya kira ini tidak bisa kita lanjutkan pembangunan nya kalaupun itu tetap dipaksakan maka kita akan kembali gelar RDP dan mengeluarkan rekomendasi terkait persoalan tersebut,” tutup pria kelahiran Kabupaten Muna ini






