Buton Utara, portal.id – Dalam upaya meningkatkan pemerataan dan kualitas pelayanan Keluarga Berencana dan Kesehatan Reproduksi (KBKR), Perwakilan Kemendukbangga/BKKBN Provinsi Sulawesi Tenggara bekerja sama dengan Dinas Pengendalian Penduduk dan KB Kabupaten Buton Utara menyelenggarakan kegiatan Fasilitasi Intensifikasi Pelayanan KBKR di Wilayah Khusus, yang dilaksanakan pada Kamis, 24 Juli 2025 di Puskesmas Kulisusu.
Kegiatan ini menyasar wilayah khusus yang memiliki tantangan geografis dan keterbatasan akses terhadap layanan kesehatan reproduksi, khususnya di daerah terpencil dan perbatasan. Melalui kegiatan ini, masyarakat memperoleh layanan KB gratis, penyuluhan kesehatan reproduksi, serta distribusi alat dan obat kontrasepsi secara langsung di lapangan.
Kepala Perwakilan Kemendukbangga/BKKBN Provinsi Sulawesi Tenggara, Drs. Asmar, M.Si, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari strategi nasional untuk menurunkan angka unmet need KB dan mempercepat pencapaian target pembangunan keluarga, kependudukan, dan keluarga berencana.
“Kami hadir langsung di wilayah khusus seperti Buton Utara untuk memastikan tidak ada satu pun masyarakat yang tertinggal dalam mendapatkan layanan KB yang aman, berkualitas, dan sesuai kebutuhan. Kegiatan ini juga sejalan dengan komitmen kita dalam mendukung percepatan penurunan stunting,” ujarnya.
Lanjut Asmar juga menyampaikan bahwa persoalan stunting masih menjadi tantangan serius, khususnya di Kabupaten Buton Utara. Berdasarkan data yang kami miliki, angka prevalensi stunting di daerah ini termasuk cukup tinggi yaitu 30,5 %. Hal ini tentu menjadi perhatian bersama, karena stunting tidak hanya berdampak pada pertumbuhan fisik anak, tetapi juga perkembangan otaknya yang akan memengaruhi kualitas generasi bangsa ke depan.
Oleh karena itu, salah satu upaya yang terus kami dorong adalah pencegahan stunting sejak dini. Ini dapat dilakukan melalui berbagai strategi, salah satunya dengan meningkatkan sosialisasi kepada masyarakat, mulai dari remaja, calon pengantin, ibu hamil, hingga keluarga muda. Penting bagi semua lapisan masyarakat memahami pentingnya gizi yang baik, perencanaan keluarga, serta perawatan kesehatan sejak sebelum kelahiran, pungkas Asmar.
Dalam hal ini, peningkatan pelayanan Keluarga Berencana (KB) juga memegang peran penting. Dengan perencanaan kehamilan yang baik, kita dapat memastikan ibu dan anak mendapat perhatian yang optimal, baik dari segi kesehatan maupun kesiapan ekonomi dan mental.
Kami dari Perwakilan Kemendukbangga/BKKBN Provinsi Sulawesi Tenggara akan terus berkomitmen mendukung berbagai program yang bersinergi dengan pemerintah daerah, tenaga kesehatan, dan elemen masyarakat lainnya dalam menurunkan angka stunting di daerah ini, mari bersama-sama kita wujudkan generasi Sulawesi Tenggara yang sehat, cerdas, dan berkualitas, ujar asmar mengakhiri sambutannya.
Dalam pelaksanaannya, kegiatan ini melibatkan tenaga medis dari fasilitas pelayanan kesehatan setempat, kader KB, dan Penyuluh KB, serta dukungan dari pemerintah daerah dan lintas sektor. Selain pelayanan medis, masyarakat juga diberikan edukasi mengenai pentingnya perencanaan keluarga, kesehatan reproduksi, serta peran KB dalam membangun keluarga sejahtera.
Bupati Buton Utara, Afirudin Mathara, SH, MH, saat membuka kegiatan kegiatan Fasilitasi Intensifikasi Pelayanan KBKR di Wilayah Khusus, dalam sambutannya sangat mengapresiasi dukungan BKKBN dan berharap kegiatan serupa dapat terus berlanjut untuk meningkatkan kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam program KB.
“Akses layanan KB yang berkualitas harus dapat dirasakan oleh seluruh masyarakat, tanpa terkecuali, termasuk mereka yang tinggal di wilayah terpencil,” tutur Bupati.
Lanjut Afirudin Mathara menekankan kepada Organisasi Perangkat Daerah yang terlibat langsung dalam kegiatan ini agar bekerja secara maksimal dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat, sehingga kita dapat berkontribusi dengan baik dalam upaya Meningkatnya Derajat Kesehatan Masyarakat dan keluarga yang berkualitas sesuai target yang kita inginkan bersama, kegiatan fasilitasi ini diharapkan dapat menjadi momentum untuk memperkuat komitmen bersama dalam meningkatkan kualitas hidup keluarga melalui pelayanan KBKR yang merata dan berkelanjutan.
Pada Kegiatan ini juga di lakukan Pelayanan KB yang difokuskan pada pelayanan KB Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) seperti IUD, implan, dan tubektomi. Sebanyak 117 akseptor telah dipersiapkan untuk mengikuti pelayanan MKJP yang difasilitasi oleh tenaga medis terlatih dan dibantu oleh penyuluh KB serta mitra kerja terkait.
Dimana capaian program KB Baru (PB) di Buton Utara saat ini di angka 841 akseptor atau 35,8% dari target PB 2.346 akseptor dan KB Aktif (PA) di angka 6.669 akseptor atau 105,3 % dari target PA 6.333 akseptor.
Peserta kegiatan Fasilitasi Intensifikasi Pelayanan KBKR di Wilayah Khusus yaitu Kepala Puskesmas se Buton Utara, bidan Koordinator, Babinkamtibmas, Babinsa, Toga, Toma, PKB/PKB dan kader KB, dengan menghadirkan pemateri yaitu Suwiati, AM.Keb., SKM (IBI) dan dr. Herliastuti, S. Pog. (POGI).






