Kendari, portal.id – Dalam waktu kurang dari satu bulan, sebanyak 5.982 panggilan masuk ke Call Center 112 milik Pemerintah Kota Kendari. Layanan panggilan darurat yang baru diluncurkan dalam rangka Program 100 Hari Kerja Wali Kota dan Wakil Wali Kota Kendari ini langsung mendapat respon tinggi dari masyarakat.
Layanan Call Center 112 dapat diakses gratis, cukup dengan menekan 112 dari ponsel tanpa pulsa, untuk melaporkan kejadian-kejadian darurat seperti kebakaran, kecelakaan, kerusuhan, bencana alam, permintaan ambulance, serta gangguan keamanan dan ketertiban umum. Seluruh laporan akan langsung diterima oleh petugas Call Taker, dan diteruskan ke OPD teknis terkait melalui sistem dispatcher untuk ditangani secara cepat.
Sistem ini dilengkapi fitur perekaman otomatis yang mencatat suara penelepon, nomor telepon, serta titik lokasi pelapor melalui GPS, sehingga laporan dapat diverifikasi secara akurat dan real-time oleh petugas.
Evaluasi Operasional Call Center 112 (10–30 Juni 2025)
Berdasarkan evaluasi awal selama dua puluh hari layanan berjalan, Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Kendari mencatat beberapa data penting berikut:
– Jumlah total panggilan masuk: 5.982
– Panggilan dalam antrean: 2.238
(Panggilan yang belum dijawab namun sudah tercatat dalam sistem sebagai notifikasikan)
– Panggilan tidak terjawab: 3.744, yang terdiri dari:
• Panggilan valid: 2.522
Komunikasi berdurasi di atas 10 detik, namun sebagian besar bukan kondisi darurat, melainkan konsultasi atau informasi umum.
• Panggilan tidak valid (prank/ghost call): 1.222
Didominasi oleh panggilan iseng tanpa suara atau langsung ditutup. Jumlah ini mencapai sekitar 33% dari total panggilan, dan sangat mengganggu efisiensi layanan.
– Laporan darurat yang ditindaklanjuti langsung: 166 laporan
Merupakan aduan yang terverifikasi sebagai kedaruratan dan segera ditangani oleh OPD teknis di lapangan.
Kepala Dinas Kominfo Kota Kendari, Sahuriyanto, menyampaikan bahwa antusiasme masyarakat terhadap layanan ini cukup tinggi,






