#HeadlineFokus Redaksi

Digagas Dikbud Sultra, Gerakan Ketahanan Pangan Siswa SMA/SMK Mulai Panen Ratusan Kilogram Tomat

×

Digagas Dikbud Sultra, Gerakan Ketahanan Pangan Siswa SMA/SMK Mulai Panen Ratusan Kilogram Tomat

Sebarkan artikel ini
Panan tomat di SMKN 4 Muna

Kendari, portal.id – Gerakan ketahanan pangan siswa siswi SMA/SMK dengan cara menanam komoditi palawija berupa tomat, cabai dan bawang, yang digagas Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sultra, Yusmin, dan dilaunching oleh Gubernur Ali Mazi di SMKN PP 5 Konawe pada 6 Mei 2023 itu kini mulai membuahkan hasil.

Sejumlah sekolah SMA dan SMK di Sultra yang melaksanakan inovasi Dinas Dikbud Sultra itu sudah mulai melalukan panen dan menjual hasil panen tersebut.

SMKN 5 Kota Baubau, melalui Kepala sekolahnya,LM Fahirin Sjafei, Minggu (20/8/23) melaporkan bahwa pihaknya telah melakukan panen raya tomat hingga ratusan kilogram.

“Untuk tanaman tomat, yang kami panen itu sekitar 280 kilogram. Panen itupun baru seperempat dari jumlah pohon yang kami tanam. Kami perkirakan hasilnnya minimal 1,2 ton dari 800 pohon yang ditanam,” ungkap LM Fahirin Sjafei.

Panen tomat SMK di Sultra

Tidak hanya tomat kata Fahirin, melalui program gerakan ketahanan pangan siswa tersebut, pihaknya juga menanam bawang merah. Namun untuk bawang sekitar 300 pohon baru akan dipanen pada 24 Agustus 2023 nanti yang diperkirakan mencapai 250 kilogram.

“Sedangkan untuk tanaman cabai, dari masa tanam hingga ke panen memerlukan waktu cukup lama, namun diperkiran bisa dipanen untuk sebagian pada akhir Agustus 2023 ini. Kami perkirakan hasilnya 1 ton,” katanya.

Menurut dia, sebagian hasil panen tersebut dibagikan ke para guru maupun orang tua siswa. Tetapi ada beberapa orang tua siswa yang datang ke sekolah untuk membeli hasil tanaman siswa-siswi tersebut.

Tanaman cabai dari gerakan ketahanan pangan siswa di Sultra

Bahkan sejumlah pengepul hasil tanaman tomat kata dia, sudah mulai datang ke sekolah untuk mengecek hasilnya. Jika cocok, maka akan dipasarkan di pasaran luas.

Sementara itu, Kepsek SMKN PP 5 Konawe, Ikhwal, melaporkan bahwa pihaknya sudah beberapa kali panen tomat yang hasil mencapai ratusan ton.

“Panen pertama pertama 20 kg, kedua 30 kg, tiga 45 kg, keempat 55 kg dan panen kelima 70 kg. Untuk hasilnya kami bagikan ke masyarakat, orang tua siswa, ada juga yang dijual ke pasaran,” katanya.

Hasil panen tomat Gerakan ketahanan Pangan Siswa SMA/SMK Sultra

Sedangkan untuk tanaman lain seperti bawang merah dan cabai kata dia, sama seperti yang lain masih menunggu waktu panen karena masa tumbuh kedua tanaman itu cukup lama.

Laporan hasin panen juga datang dari SMKN 2 Kolaka bahwa pihaknya sudah empat kali panen tomat, dengan masing-masing hasilnya 10 kilogram.

“Selanjutnya kami akan panen cabai dan bawang merah,” kata Kepsek SMKN 2 Kolaka, Tabing.

Ia mengaku, SMKN 2 Kolaka tak hanya menanam tomat, cabai dan bawang saja, beberapa tanaman buah juga ada seperti labu madu, labu biasa, semangka dan melon, hanya saja tidak terlalu banyak, untuk keperluan edukasi saja.

Siswa sedang memanen tomat

Dari Kabupaten Muna, SMKN 4 Muna juga melaporkan bahwa pihaknya sudah melakukan ratusan ton tomat.

Selain beberapa SMK, sejumlah SMA juga sukses memanen tomat pada program ketahanan pangan ini. Salah satunya adalah SMAN 2 Konawe Selatan yang berhasil melakukan panen perdana.

“Untuk panen perdana ini sekitar 40 kilogram tomat. Untuk cabai dan bawah masih menunggu panen,” kata Kepsek SMAN 2 Konawe Selatan, Safari.

Penanaman serentak ini merupakan implementasi dari Gerakan Ketahanan Pangan Siswa SMA/SMK se Sulta yang diinisiasi oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sultra yang melibatkan para siswa sebagai pelaku utama melalui bimbingan para guru.

Untuk diketahui, Pemerintah Sulawesi Tenggara (Sultra) melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) meluncurkan penanaman serentak tanaman hortikultura berupa tomat, cabai dan bawang merah yang melibatkan siswa SMA/SMK, Guru SMA/SMK se Sultra yang dipusatkan di SMKN PP 5 Konawe, Kabupaten Konawe, Selasa (6/6/23) lalu.

Launching tersebut dilakukan oleh Gubernur Sultra, Ali Mazi, diikuti Pimpinan OPD se Sultra, Forkopimda Sultra, Forkopimda Konawe, bersama seluruh siswa SMA, siswa SMK beserta guru-guru SMK/SMA se Sultra secara serentak pada pukul 17.30 wita dalam kurun waktu 20 menit.

Awan Rahargo, yang merupakan Direktur Marketing MURI, yang hadir dalam kesempatan itu mengatakan bahwa penanaman serentak dengan melibatkan siswa SMK/SMA terbanyak tersebut berhasil memecahkan rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) yang pernah ada sebelumnya.

para siswa salah satu sekolah di SUltra sedang memanen tomat

Piagam penghargaan MURI dengan nomor :11008/R.MURI/VI/2023 tersebut dianugerahkan kepada Gubernur Sultra Ali Mazi atas rekor Penanaman Sayur serentak siswa SMK dan SMK di sekolah terbanyak, yang diserahkan langsung oleh Awan Raharjo mewakili Ketua Umum MURI KP Jaya Suprana kepada gubernur Sultra Ali Mazi.

“Ini adalah sebuah terobosan pemerintah Sultra dalam rangka mendukung program kerja pemerintah pusat di bidang ketahanan pangan, terutama dalam menghadapi inflasi yang diimplementasikan oleh Gubernur Sultra beserta jajaran melalui penanaman hortikultura tomat cabai dan bawang melibatkan siswa SMA SMK se Sultra. Harapan kami ke depan kalau program ini dilakukan serius, maka tanaman hortikultura di Sultra menjadi pusatnya program ketahanan di Indonesia,” katanya,

Menurut dia, penanaman serentak tersebut sesuai dengan peristiwa pencatatan rekor MURI dimana rekor MURI mempunyai kriteria yakni superlatif atau yang terbanyak, dan ini dilakukan secara serentak di 17 kabupaten kota se Sultra diikuti 86000 siswa SMK/SMK dan guru guru SMA/SMK.

“Dan tentunya juga ada 317 ribu jumlah bibit tanaman hortikultura tomat, cabai dan bawang merah yang ditanam secara masal, oleh karena itu MURI mengapresiasi setinggi tingginya peristiwa pencatatan rekor MURI hari ini, semoga ke depan bisa menggugah semangat kebangsaan nasionalisme kita dalam bidang ketahanan pangan,” katanya.

Ia menambahkan, pencatatan rekor MURI kategori penanaman hortikultura tersebut bukan yang pertama, karena sebelumnya pernah dilakukan di Jawa Barat dilakukan penanaman hortikultura oleh anggota Pramuka dengan jumlah 15 ribu polybag, kemudian di Kabupaten Wonosobo Jawa Tengah pernah ada rekor MURI penanaman 100 ribu bibit pohon cabai, sehingga rekor MURI yang terbanyak saat ini adalah di Sultra .

Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan ikuti WhatsApp channel portal.id