#Headline

Dukung Terobosan Dikbud Sultra, Dinas Pertanian Kerahkan Penyuluh Dukung Gerakan Ketahanan Pangan Siswa SMK/SMA

×

Dukung Terobosan Dikbud Sultra, Dinas Pertanian Kerahkan Penyuluh Dukung Gerakan Ketahanan Pangan Siswa SMK/SMA

Sebarkan artikel ini
Rapat Bersama Dikbud Sultra, Dinas pertanian Sultra dan para kepala SMK/SMA terkait Gerakan ketahanan pangan Siswa SMK/SMA

Kendari, portal.id – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Sulawesi Tenggara (Sultra) kembali melakukan terobosan dengan mengagas program gerakan ketahanan pangan siswa SMK dan SMA.

Untuk menyukseskan terobosan baru dari Dinas Dikbud Sultra tersebut, Dinas Pertanian Sultra, mengatakan telah melibatkan para tenaga penyuluh guna mendukung dan menyukseskan gerakan ketahanan pangan yang sedang dilakukan oleh para siswa-siswi SMA/SMK se Sultra di lingkungan sekolah masing-masing.

“Kami mengerahkan para penyuluh untuk mendampingi sekolah atau siswa di sekolah masing-masing dalam melakukan budi daya penanaman tiga komoditi yang merupakan wujud gerakan ini yakni tanaman cabai, tomat dan bawang merah,” kata kepala Dinas Pertanian Sultra, Rusdin Jaya, di Kendari, Rabu (17/5/23).

Rusdin mengaku, dirinya telah diundang rapat bersama Dinas Dikbud Sultra bersama para kepala sekolah yang menjadi objek dari gerakan ini yang tujuannya sangat positif terhadap upaya membangun dan menumbuhkan jiwa pertanian di Sultra yang dimulai dari siswa.

“Program yang dilakukan Dinas Dikbud Sultra ini adalah inovasi dan terobosan baru. Di mana terobosan ini adalah solusi kita, khususnya Dinas Pertanian dan dinas lain untuk bagaimana menekan laju inflasi yang begitu cukup tinggi di Sultra untuk tiga komoditas itu,” kata Rusdin.

Ia mengaku, program Dinas Dikbud Sultra itu membantu dalam upaya meregenarasi petani, dengan adanya program ini petani-petani milenial akan tumbuh di Sultra.

“Ini sangat membantu juga kita Dinas Pertanian, karena selama ini kesulitan kita adalah melakukan regenerasi petani dan petani-petani milenial. Dan dengan adanya program ini akan menumbuhkembangkan siswa untuk menjadi petani dan wirausahawan baru,” katanya.

Kepala Dinas Dikbud Sultra, Yusmin, mengaku kurang lebih 300 SMK/SMK di Sultra sudah mulai melakukan gerakan ini dengan cara melibatkan siswanya untuk menanam tiga komoditas tersebut di lingkungan sekolah.

“Minimal setiap sekolah menanam 200 pohon per komoditi tanaman, kalau ini kemudian bisa berhasil maka bisa dijual oleh sekolah itu sendiri atau bisa menjadi penyuplai kebutuhan di masyarakat sehingga muaranya akan berdamoak pada upaya menekan laju inflasi daerah,” katanya.

Yusmin mengaku, saat ini setiap sekolah SMK/SMA mulai melakukan pembibitan atau persemaian yang selanjutnya dilakukan penanaman.

“Sengaja dilakukan dari penyemaian bibit agar siswa bisa mengetahui atau praktek langsung terkait budidaya tanaman mulai dari pembibitan hingga masa panen,” katanya.

Gerakan ini kata Yusmin, merupakan implementasi dari Teaching Factory Merdeka Belajar, dimana siswa diajarkan untuk melakukan pembelajaran berbasis produksi standar industri.

“Program ini kami gagas sebagai tindak lanjut perintah Bapak Gubernur Sultra Ali Mazi kepada kami untuk bagaimana menggerakkan sekolah-sekolah dalam rangka membantu mengatasi inflasi dari sektor kebutuhan pangan yang sederhana, dan bisa dilakukan anak-anak didik kita,” pungkas Yusmin.

Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan ikuti WhatsApp channel portal.id