#HeadlineEkonomi & BisnisFokus Redaksi

Dinas Pertanian Kendari Dorong Warga Budidaya Jagung Ketan Ungu

×

Dinas Pertanian Kendari Dorong Warga Budidaya Jagung Ketan Ungu

Sebarkan artikel ini
Pj Wali Kota Kendari Muhammad Yusup bersama Kadis Pertanian Kendari Sahuriyanto, saat panen jagung hasil pemanfaatan lahan kosong di kantor BPBD Sultra, Selasa (21/5/24)

Kendari, portal.id –  Pemerintah Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra) melalui  Dinas Pertanian saat ini mendorong warga atau petani setempat untuk mencoba mengembangkan jagung pulut atau jagung ketan ungu (Jantan F1).

“Varietas jagung ungu atau jagung ketan ini tidak seperti jagung kebanyakan, jagung jenis ini memiliki warna ungu pekat.

Selain itu setelah direbus, teksturnya cenderung pulen, lengket, dan kenyal karena kandungan amilopektin yang tinggi,” kata Kepala Dinas Pertanian Kendari, Sahuriyanto Meronda, di Kendari, Sabtu (25/5/24).

Ia menuturkan, selain cita rasanya berbeda, jagung ketan ungu juga memiliki kandungan antosianin tinggi yang berfungsi sebagai antioksidan, sehingga mampu mencegah berbagai penyakit, di antaranya kanker.

Jagung yang ditanam di atas lahan tidur di Kelurahan Karuga

Kandungan antioksidan pada jagung ketan ungu cukup tinggi sehingga bermanfaat untuk kekebalan tubuh. Konsumsi jagung ini diyakini dapat membantu menurunkan resistensi insulin, menjaga kesehatan jantung, mencegah penyakit kanker serta mengatasi obesitas.

“Pada varietas ini kita dapat banyak keunggulan mulai dari rasa manisnya, teksturnya yang seperti ketan, serta tinggi antioksidan,” ucapnya.

Menurut Sahuriyanto, secara umum perawatan jagung ketan ungu sama dengan perawatan jagung biasa. Namun, perlu penanganan khusus terhadap pengendalian penyakit bulai. Karena jenis jagung ini cenderung lebih peka terhadap penyakit bulai.

“Nilai ekonomisnya saat ini juga sangat menarik. Harga di tingkat petani lebih tinggi dibanding jagung masis biasa,” katanya.

Manfaat dari antosianin untuk kesehatan manusia adalah untuk melindungi lambung dari kerusakan, menghambat sel tumor, meningkatkan kemampuan penglihatan mata, serta berfungsi sebagai senyawa anti-inflamasi yang melindungi otak dari kerusakan. Selain itu, antosianin juga mampu mencegah obesitas dan diabetes, meningkatkan kemampuan memori otak dan mencegah penyakit neurologis, serta menangkal radikal bebas dalam tubuh.

Saat ini kata Sahuriyanto, pihaknya terus melakukan pendampingan kepada kelompok tani yang ingin membudidaya jagung ketan ungu ini, seperti pendampingan kepada warga binaan Lapas dan beberapa kelompok tani lainnya.

Pj Wali Kota kendari, Muh Yusup, saat panen jagung beberapa waktu lalu

“Bahkan kita sudah melakukan beberapa kali panen jagung ketan ungu ini yang dihadiri langdsung oleh Pj Wali Kota Kendari hasil penanaman yang memanfaatkan lahan kosong atau lahan tidur milik warga,” katanya.

Ia berharap, sekitar 75 hektare lahan tidur yang belum di manfaatkan untuk dijadikan lahan produktif untuk ditanami komoditas pangan jangan pendek bisa dimaksimalkan untuk tanaman jagung ketan ungu ini.

“Dalam catatan kami sekira 75 hektare lahan tidur di kota Kendati ini yang berpotensi dikembangkan menjadi lahan produktif untuk tanaman jagung. Jumlah tersebut berdasarkan hitungan yang dilakukan oleh para penyuluh pertanian, dan dari jumlah tersebut akan lebih luas jika seluruh kelurahan se kota Kendari melakukan pendataan,” katanya.

Sekira 75 hektare lahan kosong di Kota Kendari yang tak termanfaatkan tersebut kata dia, paling luas berada di Kecamatan Abeli, Poasia, Kambu, dan Kecamatan Baruga.

Pj Wali Kota Kendari, Muhammad Yusup bersama Kepala Dinas Pertanian kendari, Sahuriyanto Meronda, saat panen jagung hasoil pemanfaatan lahan kosong di lingkungan kantor BPBD Sultra

Untuk mendukung sektor pertanian pihaknya mengaku menyediakan petani berupa sarana dan prasarana yang menjadi kebutuhan para petani.

“Salah satu bentuk dukungan pemerintah, kita berikan bantuan benih, pupuk, bahkan alat alat pertaniannya juga kita siapkan, untuk memperoleh itu caranya cukup mudah, masyarakat tinggal mengajukan proposal ke dinas pertanian Kota,” katanya.

Ia menambahkan, meski berada di tengah kota, tapi pihaknya serius dan tidak mau kalah bersaing dengan daerah lain dalam hal produksi pertanian yang disesuaikan dengan kondisi atau potensi lahan yang ada.

“Makanya kami memaksimalkan lahan yang ada. Begitu juga dengan jenis komoditas pertanian lainnya kami dukung seperti, jagung dan palawija lainnya,” pungkasnya.(adv)

Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan ikuti WhatsApp channel portal.id