Kendari, portal.id – Dinas Pertanian Kota Kendari berkolaborasi dengan Fakultas Peternakan Universitas Haluoleo dan Universitas Sembilan belas November (USN) Kolaka menggelar kegiatan Penguatan Peran Kelompok Wanita Tani Mekar, sebagai Upaya Peningkatan Produktivitas Ternak dan Pendapatan Keluarga, di Kelurahan Anggoeya Kecamatan Poasia, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), Sabtu (17/10/2025).
Dikesempatan itu, Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Distan Kendari Santiwati yang juga sebagai pemateri kegiatan mengatakan bahwa sektor peternakan memiliki peran penting dalam mendukung ketahanan pangan daerah dan peningkatan ekonomi masyarakat. Namun, keberhasilan usaha ternak sangat ditentukan oleh kelembagaan kelompok ternak yang kuat, solid dan mandiri,
“Pembinaan dan penguatan kelompok ternak merupakan langkah strategis dengan tujuan utama: pertama, meningkatkan kapasitas ternak; kedua, memperluas akses peternak terhadap informasi, teknologi, dan permodalan; dan yang ketiga, memperkuat posisi tawar peternak di pasar,” jelasnya.
Santiwati juga mengingatkan kembali tentang landasan hukum kelembagaan, termasuk Permentan No. 67 Tahun 2016 tentang Pembinaan Kelembagaan Petani/Peternak, hingga Perda Kota Kendari No. 10 Tahun 2014 Pasal 15 Ayat 3 mengenai larangan pelepasan hewan ternak di tempat umum yang dapat mengganggu ketertiban.

Meskipun dihadapkan pada tantangan seperti rendahnya minat generasi muda terhadap sektor ini, Santiwati menegaskan strategi penguatan kelompok akan difokuskan pada penguatan Sumber Daya Manusia (SDM), peningkatan kualitas administrasi, serta fasilitasi bantuan bibit, pakan, dan kandang.
Harapan besar Distan, lanjutnya, adalah agar Kelompok Ternak dapat menjadi lebih mandiri, solid, dan berorientasi bisnis, yang pada akhirnya dapat meningkatkan produktivitas ternak dan kesejahteraan peternak.
Kegiatan kolaborasi ini diharapkan menjadi momentum untuk membangun Kelompok Ternak yang maju, mandiri, dan modern, demi terwujudnya Kota Kendari yang semakin maju dan berkontribusi besar pada ketahanan pangan dan ekonomi Kota Kendari.
“Penguatan kelompok ternak bukan tanggung jawab hanya pemerintah akan tetapi menjadi komitmen antara peternak, penyuluh dan masyarakat. Untuk itu, mari kita jadikan kegiatan ini sebagai momentum untuk membangun kelompok ternak yang maju, mandiri dan modern menuju Kota Kendari semakin maju,”pungkasnya.

Adapun jumlah kelompok ternak di Kota Kendari tahun 2025 sebanyak 502 kelompok. Dari jumlah tersebut ada 440 kelompok yang masih aktif, termasuk 9 kelompok ternak di Kecamatan Poasia.
Diketahui, acara ini dihadiri oleh Anggota DPRD Kota Kendari La Ode Lawama. Kegiatan tersebut juga menghadirkan 12 narasumber dari Universitas Haluoleo Fakultas Peternakan, Universitas Sembilan Belas November Kolaka dan Dinas Pertanian Kota Kendari.






