Kendari, portal.id– Pemanfaatan teknologi Internet of Things (IoT) untuk mendukung keselamatan dan kesehatan lingkungan diperkenalkan kepada siswa SMKN 6 Kendari melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM).
Kegiatan tersebut diisi dengan sosialisasi dan demonstrasi perangkat pendeteksi kadar karbon monoksida (CO) serta tingkat kebisingan berbasis teknologi sensor dan IoT.
Sebanyak 37 peserta dari SMKN 6 Kendari mengikuti kegiatan tersebut. Para siswa mendapatkan materi mengenai bahaya paparan gas karbon monoksida, dampak kebisingan terhadap keselamatan dan kesehatan, prinsip kerja sensor, hingga pengenalan berbagai komponen elektronika yang digunakan dalam sistem monitoring berbasis IoT.
Selain menerima materi, peserta juga diajak melihat secara langsung cara kerja perangkat pendeteksi kadar CO dan kebisingan. Tim PkM mendemonstrasikan bagaimana sensor mendeteksi parameter lingkungan serta bagaimana data hasil pengukuran dapat dimanfaatkan sebagai informasi awal untuk mengetahui kondisi lingkungan.
Ketua Tim Pengabdian kepada Masyarakat, Desak Ketut Sutiari, S.Si., M.Si., mengatakan pengenalan teknologi tersebut penting bagi siswa SMK karena kompetensi elektronika dan instrumentasi memiliki keterkaitan dengan kebutuhan dunia kerja.
“Melalui kegiatan ini, siswa tidak hanya mendapatkan pengetahuan secara teori, tetapi juga dapat melihat secara langsung penerapan sensor dan elektronika untuk memantau kondisi lingkungan,” jelasnya.
Menurut tim pelaksana, teknologi tersebut memiliki penerapan yang luas, khususnya dalam mendukung kebutuhan monitoring di sektor industri, pertambangan, kesehatan, lingkungan, serta keselamatan dan kesehatan kerja (K3).
Antusiasme Siswa Tinggi
Kegiatan berlangsung secara interaktif. Para siswa tampak antusias mengikuti demonstrasi alat dan aktif mengajukan pertanyaan mengenai sensor, komponen elektronika, proses pengukuran kadar CO, hingga pengukuran tingkat kebisingan.
Interaksi tersebut menunjukkan ketertarikan siswa terhadap penerapan teknologi elektronika dan instrumentasi dalam menyelesaikan berbagai persoalan nyata di lingkungan sekitar.
Untuk mengukur perubahan pemahaman peserta, tim PkM juga melakukan evaluasi melalui pre-test dan post-test. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan capaian peserta setelah mengikuti sosialisasi dan demonstrasi.
Pada pre-test, sekitar 30 persen peserta memperoleh nilai 80. Setelah mengikuti kegiatan, jumlah peserta yang memperoleh nilai 80 pada post-test meningkat menjadi sekitar 85 persen.
Peningkatan tersebut menunjukkan adanya perubahan pemahaman peserta setelah memperoleh materi dan pengalaman langsung mengenai teknologi pendeteksi CO dan kebisingan.
Dalam sesi interaktif, siswa yang mampu menjawab pertanyaan dengan benar juga diberikan hadiah sebagai bentuk apresiasi sekaligus untuk meningkatkan partisipasi selama kegiatan.
Dorong Literasi Teknologi Siswa SMK
Kegiatan PkM ini tidak hanya bertujuan memberikan pemahaman mengenai bahaya CO dan kebisingan, tetapi juga mendorong literasi teknologi di lingkungan sekolah kejuruan.
Tim PkM memperkenalkan berbagai komponen elektronika pendukung sistem pendeteksi sekaligus menjelaskan fungsi masing-masing komponen dan cara mengintegrasikannya menjadi sebuah perangkat monitoring.
Melalui kegiatan tersebut, siswa diharapkan semakin memahami keterkaitan antara elektronika, sensor, instrumentasi, IoT, serta aspek keselamatan dan kesehatan kerja.
Kegiatan di SMKN 6 Kendari juga menjadi salah satu bentuk kontribusi perguruan tinggi dalam memperkuat keterampilan teknologi siswa. Pengenalan teknologi sederhana berbasis sensor dan IoT diharapkan dapat membuka wawasan siswa untuk mengembangkan berbagai inovasi yang relevan dengan kebutuhan dunia industri dan masyarakat.
Dengan meningkatnya literasi teknologi, siswa tidak hanya diharapkan mampu menggunakan perangkat elektronika, tetapi juga memiliki kemampuan untuk memahami dan mengembangkan teknologi monitoring yang dapat memberikan manfaat praktis bagi lingkungan dan keselamatan kerja.






