Kendari, portal.id – Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Halu Oleo (FISIP UHO) Kendari menggandeng Perum LKBN ANTARA untuk memberikan pembekalan literasi media kepada mahasiswa, Kamis (3/9/2026).
Kerja sama ini bertujuan menyiapkan lulusan yang siap pakai dan mampu bersaing di industri media pada era kecerdasan buatan. Kegiatan tersebut digelar sebagai respons atas perkembangan artificial intelligence atau AI yang membawa perubahan besar terhadap dunia kerja, khususnya di bidang jurnalistik dan komunikasi.
Mahasiswa dinilai tidak cukup hanya menguasai teori di bangku kuliah, tetapi juga harus memperkuat literasi media dan memiliki wawasan global.
Direktur Utama Perum LKBN ANTARA, Benny Siga Butarbutar mengatakan, tantangan terbesar saat ini adalah kemampuan memahami informasi secara kritis, membangun komunikasi, dan melihat persoalan dari perspektif yang lebih luas.
“Tugas kita adalah membuka wawasan dan harapan agar mereka betul-betul menjadi lulusan yang siap pakai dan memiliki wawasan global. Tanpa wawasan global, mereka akan mendapat tekanan lebih besar dan kalah bersaing di tengah kompleksitas era digital,” ujarnya.
Benny juga mengapresiasi antusiasme mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi dan Jurnalistik FISIP UHO.
Menurutnya, semangat belajar mahasiswa UHO tidak kalah dengan mahasiswa di Jakarta maupun perguruan tinggi besar di Pulau Jawa.
Dalam pembekalan tersebut, Benny membagikan konsep “BMW” sebagai bekal sederhana bagi mahasiswa menghadapi tantangan era digital. BMW merupakan singkatan dari Bergaul, Membaca, dan Wisata.
Bergaul untuk membentuk pola komunikasi dan memperluas jaringan, membaca untuk memperkaya kosakata dan cara berpikir, serta wisata untuk melihat langsung berbagai kondisi agar mampu menemukan solusi.
Dekan FISIP UHO, Prof. Eka Suaib mengatakan, keterlibatan LKBN ANTARA merupakan bagian dari upaya kampus menyesuaikan kurikulum dengan perkembangan zaman.
Menurut Eka, tantangan yang dihadapi calon jurnalis saat ini tidak lagi sebatas penguasaan teknik jurnalistik. Kehadiran AI menuntut mahasiswa memiliki kompetensi yang lebih kuat agar tetap relevan di dunia kerja.”Salah satu tantangan utama yang dihadapi jurnalis dan lulusan saat ini adalah pesatnya perkembangan artificial intelligence.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa dipersiapkan agar memiliki kompetensi untuk bersaing di tingkat lokal, regional, hingga nasional,” kata Eka.Ia menambahkan, FISIP UHO juga akan membuka ruang lebih luas bagi mahasiswa untuk mendapatkan pengalaman langsung di industri media melalui program magang di berbagai lembaga pers.
Dengan penguatan literasi media, wawasan global, dan pengalaman praktik, mahasiswa diharapkan tidak hanya menjadi pengguna informasi di tengah derasnya arus digital, tetapi juga mampu menghasilkan informasi yang berkualitas dan bertanggung jawab.






