Kendari, portal.id – Penyuluh memiliki peran penting dalam melaksanakan dan mengembangkan kegiatan bimbingan penyuluhan agama di masyarakat. Selain itu, penyuluh juga memiliki kontribusi dalam mensukseskan program-program pembangunan melalui pintu dan bahasa agama.
Hal itu diungkapkan langsung Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), H. Muhamad Saleh saat membuka kegiatan Pembinaan Penyuluh Agama Islam Tingkat Provinsi Sultra Tahun 2024, berlangsung di Hotel Plaza Kubra Kendari, Rabu (10/1/2024).
Dalam kegiatan itu turut hadir pejabat administrator Kanwil Kemenag Sultra dan sebagai narasumber kegiatan, KH. Djakri Nappu.
“Penyuluh memiliki program yang terintegrasi dengan pemerintah. Penyuluh menjadi perpanjangan tangan pemerintah untuk mensosialisasikan program pembangunan hingga masyarakat paling bawah,” jelasnya.
Karenanya, lanjutnya penyuluh memiliki empat fungsi pokok. Diantaranya fungsi informatif, sebagai tempat memperoleh informasi berkenaan dengan kehidupan keagamaan. Kedua fungsi edukatif, yakni penyuluh sebagai orang yang diamanahi mendidik dan memberikan pembelajaran kepada umat sejalan dengan ajaran agama.
“Ketiga fungsi advokatif, dimana penyuluh berperan untuk membela kelompok/ umatnya dari sasaran ancaman dan gangguan,” tambahnya.
Terakhir fungsi konsultatif, penyuluh sebagai tempat bertanya, mengadu bagi umat untuk penyelesaian masalah.
Salah menyebut, dalam mengemban tugasnya saat ini penyuluh dihadapkan pada tantangan yang semakin kompleks. Selain masyarakat yang heterogen, juga perkembangan teknologi dan informasi yang semakin pesat dan tidak terbendung lagi. Karena itu penyuluh harus melek teknologi untuk menjawab tantangan ini.
“Penyuluh harus akrab dengan media sosial untuk mengcounter isu-isu miring yang tidak benar. Diantaranya hoax, ujaran kebencian, sara radikalisme, intoleransi dan sebagainya. Dengan begitu akan tercipta kondisi masyarakat yang moderat dalam kehidupan,” tandasnya.






