#Advetorial#HeadlineFokus RedaksiMetro KendariPolitik & Pemerintahan

Kelurahan Kambu Menjadi Lokasi Khusus Pemanfaatan Pekarangan di Kota Kendari

×

Kelurahan Kambu Menjadi Lokasi Khusus Pemanfaatan Pekarangan di Kota Kendari

Sebarkan artikel ini
Kebun Dasawiswa Ambumbangi Kelurahan Kambu

Kendari, portal.id – Kelurahan Kambu, Kecamatan Kambu, menjadi salah satu dari tiga lokasi khusus (Lokus) pemanfaatan pekarangan di Kota Kendari, bersama Kelurahan Pondambea dan Kelurahan Punggaloba. Inisiatif ini bertujuan untuk meningkatkan ketahanan pangan dan mengendalikan inflasi daerah melalui pemanfaatan lahan pekarangan untuk menanam berbagai jenis pangan.

Untuk mendukung program tersebut, Pemerintah Kelurahan Kambu membuat Kebun Dasawisma Kambumbangi, bertempat di Lorong Kharisma 1. Di Kebun Dasawisma Kumbumbangi beragam tanaman sayuran yang ditanami, hal itu dilakukan guna menuju pekarangan produktif.

Lurah Kambu, Harisman menerangkan Kelurahan Kambu telah ditetapkan oleh Pemkot Kendari sebagai lokasi khusus pemanfaatan pekarangan dengan diberikannya bantuan sebesar Rp 20 juta.

“Selain Kelurahan Punggaloba dan Kelurahan Pondambea. Kelurahan Kambu juga sebagai lokus pemanfaatan pekarangan,”ungkapnya, saat dikonfirmasi belum lama ini.

Harisman mengatakan, pihaknya sangat mendukung langkah Pemkot Kendari dalam menggalakkan program urban farming atau pertanian perkotaan.

Hal itu kata Harisman, agar warga bisa lebih mandiri dalam hal pengelolaan pangan di tengah inflasi yang membuat harga bahan pokok di pasaran naik tajam.

Urban farmin menjadi solusi, olehnya itu pihak kelurahan memanfaatkan pekarangan untuk menanam berbagai sayuran, mulai dari sawi, kangkung, tomat, cabai, gambas dan lain sebagainya.

“Ini kita mendorong warga supaya ikut memanfaatkan pekarangan rumah untuk menanam berbagai jenis sayuran. Sekarang kan harga bahan pangan sedang naik semua,” bebernya.

Selain Kebun Dasawisma Kambumbangi, pihak kelurahan juga menanam berbagai jenis sayuran di pekarangan Kantor Lurah Kambu. Selain itu, ada pula kebun toga yang menanam berbagai jenis tanaman obat.

“Bibit tanaman obat di kebun toga kami ambil dari berbagai tempat, termasuk di luar Kota Kendari,” ujarnya.

Sebelumnya, Wali Kota Kendari, Siska Karina Imran menekankan, pemenuhan kebutuhan pangan sehari-hari masyarakat, bisa dilakukan melalui penanaman aneka tanaman pangan di lahan pekarangan rumah masing-masing.

“Sekecil apapun lahan pekarangan yang dimiliki tetap bisa untuk dilakukan penanaman tanaman. Baik yang dilakukan secara vertikultur (bertingkat) maupun dengan menggunakan polybag,” terangnya.

Dijelaskannya, dengan pekarangan yang dikelola dengan baik, akan memberikan manfaat kepada masyarakat itu sendiri. Pertama, dapat memenuhi pangan dan gizi keluarga. Kedua, dapat menjaga kesehatan, karena dengan beraktivitas setiap pagi hari secara tidak langsung masyarakat sudah berjemur dan mendapatkan sinar matahari untuk merubah pro vitamin D menjadi vitamin D. Selain itu, pangan yang dihasilkan tidak tercemar oleh residu pestisida.

“Ketiga, mengurangi pengeluaran rumah tangga. Keempat, memperindah lingkungan. Kelima, sebagai media pendidikan anggota keluarga,” lanjutnya.

Siska juga mengungkapkan, sebagian besar masyarakat hanya mengandalkan sumber pangan yang berasal dari luar pekarangan yaitu pasar, warung, supermarket, dan hanya sebagian kecil masyarakat yang sudah memberdayakan pekarangannya.

Di sisi lain, sebagai kota dengan tujuan investasi, Kendari dihadapkan pada permintaan pangan yang lebih cepat di bandingkan dengan penyediaannya. Sehingga untuk memenuhi kebutuhan konsumsi pangan penduduk harus dipasok dari luar daerah.

“Fakta ini menggambarkan bahwa kita semua amat sangat tergantung pada pasokan pangan dari luar daerah. Melihat kondisi saat ini, kita tidak bisa tinggal diam dan berpangku tangan tapi harus bahu membahu dalam membangun ketahanan pangan di Kota Kendari,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Kota Kendari Makmur meminta masyarakat untuk memanfaatkan pekarangan dengan menanam tanaman-tanaman dalam waktu yang singkat untuk di panen sehingga ketahanan pangan keluarga bisa kuat, apalagi harga cabai makin mahal.

“Jadi kalau kita sudah menanam, insyaallah akan ada sumber pangan untuk keluarga,”ujarnya.

Untuk itu, dia meminta kepada masyarakat untuk memanfaatkan pekarangan rumah dengan menanam berbagai sayur mayur dan pangan setidaknya dapat memenuhi kebutuhan keluarga akan gizi. Bahkan bila usaha itu dikerjakan dengan serius maka akan dapat menambah pemasukan ekonomi keluarga.

“Selama ini masyarakat selalu membeli sayur untuk konsumsi dalam pemenuhan gizi keluarganya, namun dengan memanfaatkan pekarangan rumah untuk menanam sayur sehingga dapat mengurangi biaya yang harus dikeluarkan dalam memenuhi kebutuhan rumahtangga,”pungkasnya.

Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan ikuti WhatsApp channel portal.id