Kendari, portal.id – Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Kendari resmi meluncurkan Bank Sampah Kementerian Agama Kota Kendari, Kamis (1/10/2026).
Program tersebut menjadi bagian dari upaya Kemenag Kota Kendari mendorong pengelolaan sampah sejak dari sumbernya, sekaligus membangun kesadaran aparatur sipil negara (ASN) untuk menjaga kebersihan dan menjadikan sampah memiliki nilai ekonomi.
Launching Bank Sampah Kemenag Kota Kendari turut dihadiri Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Kendari, Hj. Erlis Sadya Kencana. Kehadiran DLHK menjadi bagian dari kolaborasi lintas sektor dalam memperkuat gerakan pengelolaan sampah di Kota Kendari.
Kepala Kantor Kemenag Kota Kendari, Hj. Marni, mengatakan gerakan memilah sampah sebenarnya telah dimulai sejak beberapa bulan sebelumnya dengan melibatkan sejumlah ASN.
“Launching hari ini saya senang karena kita berani memulai. Bulan Januari itu kita hanya beberapa ASN, mulai dari saya, kepala seksi dan beberapa ASN. Tapi hari ini kita sudah bergerak semua,” ujar Marni kepada awak media.
Ia berharap gerakan tersebut tidak berhenti di lingkungan Kantor Kemenag Kota Kendari, tetapi dapat diterapkan di seluruh Kantor Urusan Agama (KUA), madrasah hingga pondok pesantren yang ada di Kota Kendari.
Menurutnya, sampah yang selama ini dianggap sebagai limbah dapat memiliki nilai ekonomi apabila dipilah dan dikelola dengan baik.
“Insya Allah kita berharap semua dari KUA, madrasah yang ada di Kota Kendari, serta pondok pesantren itu bisa memilah sampah dan sampah itu bisa bernilai,” katanya.
Marni menjelaskan, gerakan tersebut juga sejalan dengan program ekoteologi yang telah dicanangkan Kementerian Agama. Menurutnya, menjaga dan mengelola lingkungan merupakan bagian dari tanggung jawab bersama.
“Artinya kita menjaga lingkungan ini terkait dengan program ekoteologi di Kementerian Agama yang memang sudah dicanangkan oleh Menteri Agama,” jelasnya.
Ia menambahkan, pengelolaan sampah melalui bank sampah juga selaras dengan program Pemerintah Kota Kendari dalam mengurangi volume sampah.
Dalam launching tersebut, Kemenag Kota Kendari turut memperkenalkan buku tabungan bank sampah bagi ASN. Sampah yang disetorkan akan dicatat dan dikonversi menjadi nilai ekonomi.
“Harapannya dengan adanya buku bank sampah ini, semua ASN mengajak keluarganya untuk bisa menjaga sampah. Kemudian sampah itu bisa bernilai dengan adanya buku tabungan. Insya Allah sedikit-sedikit menjadi bukit, dari kita, oleh kita dan untuk kita,” tuturnya.
DLHK Apresiasi Gerakan Bank Sampah Kemenag
Sementara itu, Kepala DLHK Kota Kendari, Hj. Erlis Sadya Kencana, mengapresiasi langkah Kemenag Kota Kendari yang membangun gerakan pengelolaan sampah melalui bank sampah.
Ia menilai program tersebut menjadi bentuk nyata sinergi antara Kemenag dan Pemerintah Kota Kendari dalam mendukung pengelolaan lingkungan.
“Saya sangat terkesima. Ternyata memang tidak sekadar nama. Kegiatan ini sangat mendukung dan bersinergi dengan program Pemerintah Kota Kendari yang mendukung program lingkungan,” kata Erlis.
Ia berharap keberadaan Bank Sampah Kemenag Kota Kendari dapat mendorong munculnya bank-bank sampah lainnya secara mandiri di tengah masyarakat.
Erlis juga mengungkapkan perkembangan program pengumpulan sampah yang diterapkan Pemerintah Kota Kendari. Penimbangan sampah yang sebelumnya hanya dilakukan setiap Jumat di Balai Kota Kendari kini diperluas menjadi Kamis dan Jumat karena tingginya partisipasi ASN.
“Alhamdulillah jalan. Tadinya penimbangan cuma hari Jumat di Balai Kota, sekarang sudah Kamis dan Jumat karena ternyata masyarakat kita cukup banyak,” ujarnya.
Menurut Erlis, sampah yang terkumpul dari gerakan tersebut telah memiliki nilai ekonomi cukup besar. Secara akumulasi, nilai sampah dari lingkungan ASN Pemerintah Kota Kendari disebut telah mendekati Rp100 juta.
“Kalau hitung-hitungan rupiahnya ini untuk masuk bulan kedua sudah hampir Rp100 juta,” ungkapnya.
Dari sisi volume, sampah yang terkumpul diperkirakan mencapai sekitar 45 ton. Sampah tersebut terdiri dari berbagai material, di antaranya besi, kaleng, plastik, kardus dan material lainnya.
Erlis mengatakan, target awal yang ditetapkan sebenarnya hanya dua kilogram sampah per ASN setiap bulan. Namun, dalam pelaksanaannya, sejumlah ASN bahkan menyetorkan sampah jauh melebihi target tersebut.
“Ada yang satu kali timbang itu luar biasa banyaknya, ada sampai 40 kilogram, ada 15 kilogram. Jadi memang secara tidak sadar dengan gerakan kami itu bersih-bersih di rumah,” katanya.
Ia berharap gerakan memilah dan mengelola sampah terus meluas hingga ke masyarakat Kota Kendari. Dengan keterlibatan berbagai pihak, target Kota Kendari menuju kondisi minim sampah atau zero waste pada 2029 diharapkan dapat diwujudkan.
“Kalau ini memang seluruh Kota Kendari, tidak hanya Kemenag, tidak hanya yang ada di Pemkot, apalagi masyarakat luas sudah melaksanakan ini, program untuk mencapai tahun 2029 zero waste itu akan tercapai,” pungkasnya.
Daftar Harga Sampah Bank Sampah Kemenag Kendari
Bank Sampah Kementerian Agama Kota Kendari menetapkan sejumlah harga pembelian sampah berdasarkan jenis dan materialnya, yakni:
Plastik: Rp700/kg
Kardus: Rp1.000/kg
Kertas HVS: Rp1.100/kg
Kertas buram: Rp300/kg
Kertas warna: Rp200/kg
Besi tipis: Rp1.500/kg
Besi tebal: Rp2.500/kg
Panci aluminium: Rp6.000/kg
Kaleng minuman aluminium: Rp6.000/kg
Wajan aluminium: Rp7.000/kg
Besi siku: Rp10.000/kg
Tembaga: Rp90.000/kg
Aqua gelas: Rp1.000/kg
Botol Aqua (PET putih): Rp2.000/kg
Botol minuman sedang: Rp1.500/kg
Botol minuman kecil: Rp700/kg
Seng: Rp500/kg
Botol infus: Rp2.500/kg
Bank Sampah Kementerian Agama Kota Kendari beralamat di Jalan Pasaeno Nomor 7, Kecamatan Kadia, Kota Kendari.






