News

Kementan Perkuat Hilirisasi Pertanian di 14 Daerah, Sultra dapat 3 Kabupaten

×

Kementan Perkuat Hilirisasi Pertanian di 14 Daerah, Sultra dapat 3 Kabupaten

Sebarkan artikel ini
Menteri Syahrul Yasin Limpo saat panen raya di Konawe Selatan pada Oktober 2020 lalu.

Portal.id – Program Rural Empowerement Agriculture Development Scalling Up Innitiative (READSI) Kementan sukses memperkuat hilirisasi pertanian melalui E-Learning Pengolahan Hasil Hortikultura. Cakupan dukungannya luas karena menyasar 14 kabupaten dari 6 provinsi member READSi Kementan.

“Kementerian Pertanian terus berupaya meningkatkan kompetensi dan kapasitas SDM pertanian. Untuk itu, pelatihan dilaksanakan terstruktur, sistematis, dan masif,” ungkap Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) seperti dikutip dari Akurat.co pada Rabu (28/7/2021).

“Sebab, perkembangan pertanian sangat dinamis. SDM pertanian adalah penentu peningkatan produktivitas, kontribusinya 50 persen. Sementara inovasi teknologi, dan regulasi masing-masing 25 persen,” sambung SYL.

Menaikkan kompetensi SDM pertanian masif, Kementan memang menyiapkan pelatihan khusus. Pelatihan Sejuta Petani dan Penyuluh dilaksanakan pada 6-10 Agustus 2021. Formatnya digelar online dan offline.

Pendaftar.phpannya melalui http://latihanonline.pertanian.go.id/registrasi. Durasi waktu pelatihannya 10 jam per sesi, dengan materi beragam. Ada 3 kelompok pelatihan yang bisa diikuti peserta.

Salah satunya kelompok dasar dengan materi kebijakan Pemupukan Nasional. Peserta juga akan mendapatkan 7 jam pelatihan dalam formasi Kelompok Inti.

Ada 5 materi yang akan disampaikan, seperti pengelolaan kesuburan tanah, pemupukan berimbang, pupuk kompos, pupuk hayati, dan pengenalan Kredit Usaha Rakyat (KUR).

“Apapun pelatihan yang digulirkan akan memberikan impact positif bagi pertanian Indonesia. Skill petani akan naik, lalu ada banyak inovasi-inovasi yang dilahirkan untuk menaikkan produktivitas,” kata SYL.

“Kami optimistis, kualitas pertanian Indonesia akan terus bisa bersaing di pasar internasional,” lanjut SYL.

Serupa itu, berkolaborasi dengan Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang, Bandung, Jawa Barat, READSI menggulirkan E-Learning Pengolahan Hasil Hortikultura, 22-24 Juli 2021.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Dedi Nursyamsi menjelaskan, peningkatan kompetensi SDM untuk memenangkan persaingan industri 4.0.

“Peningkatan kompetensi SDM pertanian menjadi fokus Kementan. Untuk itu, ada beragam pelatihan yang digulirkan. Kementan memang menggulirkan Pelatihan Sejuta Petani dan Penyuluh. Lalu, Kementan melalui READSI juga banyak menggelar pelatihan-pelatihan sesuai kebutuhan pertanian lokal,” jelas Dedi.

Bersinergi dengan BBPP Lembang, program E-Learning Pengolahan Hasil Hortikultura milik READSI diikuti 32 peserta. Mereka berasal dari 14 kabupaten dari zonasi READSI, yakni Poso, Sanggau, Kolaka, Kolaka Utara, Luwu Timur, Luwu, Buol, Bonebolango, Pohuwato, Konawe, Parimo, Banggai, Toli-toli, dan Sambas.

Mereka belajar Good Manufacturing Practices: Pengemasan, Pelabelan, Pengawetan, dan Teknologi Pengolahan Hasil Buah dan Sayur.

“Karenanya secara masif kami menyelenggarakan pelatihan berbasis online bagi para SDM pertanian di wilayah program READSI,” kata Dedi lagi.

Sebagai gambaran, E-Learning Pengolahan Hasil Hortikultura berbasis Learning Management System (LMS). Secara khusus ada sesi asyncronous yang melibatkan keaktifan peserta untuk belajar mandiri di LMS.

Pembelajaran dimulai dengan mengisi evaluasi, mendownload, dan mempelajari materi berupa bahan ajar, bahan tayang, dan video. Untuk sesi syncronous berupa tatap muka secara daring melalui virtual meeting zoom.

“Saya harapkan, dengan peserta mengikuti pelatihan ini, dapat menyegarkan kembali pemahamannya tentang cara meningkatkan nilai tambah produk pertanian dengan kegiatan pengolahan hasil pertanian dan juga memahami cara memasarkannya,” papar Kepala BBPP Lembang Ajat Jatnika.

Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan ikuti WhatsApp channel portal.id