Kendari, portal.id – Kota Kendari kembali menunjukkan perannya sebagai salah satu pusat pertumbuhan kawasan Indonesia Timur dengan menjadi tuan rumah Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) Komisariat Wilayah (Komwil) VI yang meliputi Sulawesi, Maluku, dan Papua. Kegiatan yang berlangsung pada Rabu (3/6/2026) ini resmi dibuka oleh Wakil Gubernur Sulawesi Tenggara, Ir. Hugua, dan dihadiri 17 delegasi pemerintah kota, unsur Forkopimda, serta kepala daerah se-Sulawesi Tenggara.
Mengusung tema “Kolaborasi dan Sinergi Membangun Indonesia Timur”, forum strategis tersebut menjadi wadah memperkuat kerja sama antardaerah dalam menghadapi berbagai tantangan pembangunan, mulai dari pengelolaan sampah, transformasi digital, ketahanan iklim, hingga penguatan kapasitas fiskal daerah.
Dalam sambutannya, Hugua menegaskan bahwa kolaborasi dan sinergi bukan sekadar kerja sama formal, melainkan keterhubungan nyata antar pemimpin daerah dalam membangun ekosistem pembangunan yang saling mendukung.
“Hubungan yang kuat antara wali kota dan bupati akan melahirkan sinergi yang lebih besar di tingkat provinsi dan nasional. Inilah fondasi penting untuk mempercepat pembangunan Indonesia Timur,” ujarnya.
Hugua juga menyoroti kiprah Kota Kendari yang semakin dikenal di tingkat internasional. Menurutnya, keberhasilan Kendari menjadi tuan rumah forum internasional yang dihadiri para wali kota kawasan Asia Pasifik menjadi bukti bahwa daerah memiliki peran penting dalam diplomasi global.

“Langkah yang dilakukan Kota Kendari menunjukkan bahwa daerah mampu tampil di panggung dunia dan menjadi bagian dari jejaring internasional,” katanya.
Selain membahas penguatan kerja sama antar daerah, isu pengelolaan sampah menjadi salah satu agenda utama Rakerwil. Hugua menekankan pentingnya membangun kota tangguh (resilient city) yang mampu menghadapi tantangan perubahan iklim, bencana alam, serta dinamika sosial ekonomi.
Sementara itu, Ketua APEKSI Komwil VI yang juga Wali Kota Kendari, dr. Hj. Siska Karina Imran, SKM, menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan kepada Kota Kendari sebagai tuan rumah pelaksanaan Rakerwil.
Menurut Siska, APEKSI merupakan organisasi yang menghimpun 98 pemerintah kota di Indonesia. Dari jumlah tersebut, hanya sembilan kota yang dipimpin perempuan, dan di Komwil VI hanya terdapat dua wali kota perempuan, yakni Kendari dan Palopo.

Pada Rakerwil kali ini, APEKSI Komwil VI mengangkat subtema “Penanganan dan Pengelolaan Sampah Berbasis Partisipasi”, sebagai respons terhadap persoalan sampah yang kini menjadi perhatian nasional.
“Kami menghadirkan perwakilan Kementerian Lingkungan Hidup sebagai keynote speaker agar daerah mendapatkan wawasan, semangat, dan solusi baru dalam menangani persoalan sampah,” ungkap Siska.
Ia juga memaparkan enam kebijakan prioritas APEKSI Komwil VI, meliputi penguatan advokasi dan regulasi, peningkatan komunikasi, peningkatan kapasitas pemerintah kota, pengembangan kerja sama antar daerah, kemitraan strategis, serta konsolidasi organisasi.
Di kesempatan yang sama, Wakil Ketua I APEKSI Pusat sekaligus Wali Kota Ternate, Dr. M. Tauhid Soleman, M.Si, menegaskan bahwa APEKSI memiliki peran penting sebagai jembatan aspirasi daerah dalam merumuskan solusi atas berbagai tantangan pembangunan.
Menurutnya, hasil pembahasan Rakerwil akan menjadi rekomendasi strategis yang dibawa ke Rapat Kerja Nasional (Rakernas) APEKSI 2026 di Kota Medan.

“Tidak ada daerah yang bisa berjalan sendiri. Kolaborasi dan sinergi menjadi kunci menghadapi tantangan ekonomi global, keterbatasan fiskal, pengelolaan sampah, transformasi digital, hingga penanggulangan bencana,” tegas Tauhid.
Tauhid juga mengungkapkan bahwa APEKSI tengah menyusun buku City Branding dan Center of Excellence yang akan menampilkan potensi unggulan dari 98 kota di Indonesia sebagai sarana promosi di tingkat nasional dan internasional.
Melalui Rakerwil APEKSI Komwil VI di Kendari, para kepala daerah berharap dapat melahirkan berbagai rekomendasi strategis yang memperkuat sinergi antar pemerintah kota serta mempercepat terwujudnya Indonesia Timur yang lebih maju, tangguh, dan berkelanjutan.






