Buton, portal.id – Siswa SMAN 3 Siotapina dari Desa Kumbewaha, Kabupaten Buton, siap mengikuti seleksi atlet Shorinji Kempo untuk mewakili Kontingen Kabupaten Buton pada ajang Pekan Olahraga Provinsi ke-XV SULTRA 2026 yang akan digelar di Kota Kendari pada bulan November mendatang.
Persiapan ini dimatangkan oleh Dojo SMAS Kumbewaha yang anggotanya terdiri dari siswa dan alumni SMAN 3 Siotapina.
Pelatih Dojo SMAS Kumbewaha, Kasri Usmar, mengatakan bahwa PORPROV merupakan event olahraga terbesar dan terakbar di Sulawesi Tenggara yang diagendakan 4 tahun sekali oleh Pemerintah Provinsi.
“Event terakbar Sultra ini adalah agenda 4 tahunan yang sudah di schedule oleh Pemprov. Semua atlet siap unjuk skill, begitu pula kenshi-kenshi Dojo SMAS Kumbewaha yang terdiri dari siswa dan alumni SMAN 3 Siotapina Desa Kumbewaha. Kami sudah mempersiapkan diri sejak lama,” ujar Kasri Usmar.
Lebih lanjut, Kasri menargetkan minimal 2 atlet dari dojo binaannya bisa lolos seleksi dan masuk dalam kontingen Kabupaten Buton.
“Target kami minimal 2 atlet yang lolos, jika lebih itu adalah kerja keras atlet. Untuk yang menentukan lolos atau tidaknya bukan pelatih dojo, tapi kerja keras dari masing-masing kenshi ketika di seleksi nanti oleh pelatih Kabupaten Buton,” jelasnya.
Kasri juga menjadikan hasil PORPROV XIV 2022 di Baubau sebagai bahan evaluasi. Saat itu, Dojo SMAS Kumbewaha berhasil mengutus 2 atlet dari SMAN 3 Siotapina untuk mewakili Kabupaten Buton.
“Pada PORPROV ke-XIV 2022 Kabupaten Buton-Baubau selaku tuan rumah, Dojo SMAS Kumbewaha mengutus 2 atlet personil dari SMAN 3 Siotapina yang mewakili Kabupaten Buton saat itu dan berhasil memperoleh 1 medali. Sementara 1 atlet lainnya harus gugur di perempat final setelah tumbang dari atlet Kota Baubau. Ini jadi motivasi dan evaluasi yang terus kami lakukan di dojo agar selanjutnya bisa tampil lebih baik lagi dari sebelumnya,” tambahnya.
Di akhir, Kasri berharap dukungan penuh dari orang tua. Menurutnya, bakat anak harus disalurkan ke hal positif agar bisa berprestasi. Namun, ia juga menekankan bahwa pendidikan tetap menjadi prioritas utama.
“Kami juga berharap agar orang tua mendukung bakat anak-anaknya dalam hal positif dan bisa berprestasi. Karena setiap anak itu harus punya bakat minimal satu. Namun pesan kami sebagai pelatih selalu mengingatkan kepada seluruh kenshi bahwa membantu orang tua dan sekolah/kuliah adalah nomor satu,” tutupnya.






