Portal.id, NASIONAL – Di tengah masifnya kampanye penyelamatan bumi, industri jasa keuangan Indonesia menghadapi tantangan nyata dalam menyalurkan pembiayaan hijau. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengungkapkan kendala terbesar saat ini bukanlah kelangkaan modal, melainkan minimnya ketersediaan proyek yang memenuhi syarat.
Banyak proyek berkonsep lingkungan yang diajukan oleh pelaku usaha belum memiliki kalkulasi bisnis yang matang atau dinilai terlalu berisiko tinggi oleh lembaga perbankan.
Ketua Dewan Komisioner OJK, Friderica Widyasari Dewi, mengingatkan bahwa tugas utama regulator dan industri saat ini adalah menjembatani kesenjangan tersebut agar likuiditas dapat mengalir tepat sasaran.
“Tantangan utama Indonesia bukan semata-mata menyediakan modal, tetapi memastikan pembiayaan mengalir kepada proyek-proyek yang kredibel, layak dibiayai, dan memberikan dampak nyata bagi perekonomian nasional,” jelas Friderica dalam siaran pers OJK, Selasa (30/6/2026).
OJK berharap dengan diterbitkannya berbagai panduan transition finance, pelaku industri dapat mengemas proyek lingkungan mereka menjadi lebih menarik bagi investor global.












