Portal.id, NASIONAL – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengingatkan komunitas internasional bahwa kesuksesan transisi menuju ekonomi rendah karbon di negara berkembang sangat bergantung pada keadilan penerapan standar global. Standar tersebut harus disesuaikan dengan karakteristik ekonomi masing-masing kawasan.
Dalam diskusi bilateral dengan sejumlah mitra strategis di London, termasuk London School of Economics (LSE), OJK menekankan dukungan negara-negara maju tidak boleh sebatas menuntut kepatuhan terhadap regulasi di atas kertas.
OJK berpandangan bahwa realisasi komitmen iklim global memerlukan suntikan insentif nyata berupa pendanaan jangka panjang serta mekanisme pembagian risiko yang berimbang.
“Dukungan global diperlukan tidak hanya dalam bentuk standar, tetapi juga pembagian risiko, penyediaan pembiayaan jangka panjang, pengembangan data dan metodologi, serta peningkatan kapasitas regulator dan pelaku pasar,” tulis OJK dalam persnya, Selasa (30/6/2026).
Tanpa adanya kolaborasi yang adil dalam pembagian beban risiko ini, pembiayaan proyek transisi di negara berkembang dikhawatirkan akan berjalan lambat.












