Kendari, portal.id – Pemerintah Kota Kendari terus mempercepat pembangunan sektor kesehatan melalui penguatan kolaborasi lintas sektor. Komitmen tersebut ditandai dengan peluncuran Kelurahan Siaga TBC “Kendari Tuntas TBC” dan inovasi Paket SEHAT SPESIAL dalam Pertemuan Koordinasi Program Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2) Tingkat Kota Kendari Tahun 2026 yang diselenggarakan Dinas Kesehatan Kota Kendari, Selasa (14/7/2026).
Kegiatan yang diikuti sekitar 250 peserta ini dihadiri Wakil Wali Kota Kendari, Sekretaris Daerah Kota Kendari, unsur Forkopimda, pimpinan OPD, Forum Kota Sehat, Tim Penggerak PKK, jajaran pemasyarakatan, BAZNAS, Kementerian Agama Kota Kendari, camat, lurah, kepala puskesmas, lembaga pemerhati TBC dan HIV, serta koordinator Program Pencegahan dan Pengendalian Penyakit se-Kota Kendari.
Dalam sambutannya, Wali Kota Kendari, dr. Hj. Siska Karina Imran, SKM, menegaskan bahwa kesehatan merupakan fondasi utama pembangunan daerah. Menurutnya, keberhasilan pembangunan tidak hanya diukur dari pembangunan infrastruktur, tetapi juga dari meningkatnya derajat kesehatan dan kualitas hidup masyarakat.
“Kesehatan merupakan urusan wajib pelayanan dasar yang harus menjadi perhatian bersama. Keberhasilan pembangunan kesehatan bukan hanya dilihat dari banyaknya program yang dilaksanakan, tetapi bagaimana masyarakat benar-benar merasakan manfaatnya melalui meningkatnya derajat kesehatan dan kualitas hidup,” ujar Wali Kota.
Ia menjelaskan, Pemerintah Kota Kendari terus mendukung berbagai program prioritas nasional, mulai dari pemeriksaan kesehatan gratis, percepatan penurunan stunting, penurunan angka kematian ibu dan bayi, pengendalian tuberkulosis, peningkatan cakupan imunisasi, pengendalian penyakit tidak menular, penguatan pelayanan kesehatan primer, hingga peningkatan kesehatan lingkungan dan keamanan pangan.
Meski demikian, Wali Kota mengakui masih terdapat sejumlah tantangan dalam pencapaian indikator kesehatan. Karena itu, ia mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk memperkuat sinergi agar setiap program dapat berjalan lebih efektif, tepat sasaran, dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Kendari, Hasria, SKM., M.AP, mengatakan pertemuan koordinasi tersebut menjadi momentum menyatukan langkah seluruh pemangku kepentingan dalam mendukung percepatan pembangunan kesehatan di Kota Kendari.
Menurutnya, peluncuran Kelurahan Siaga TBC “Kendari Tuntas TBC” merupakan inovasi berbasis pemberdayaan masyarakat yang berfokus pada penemuan kasus secara aktif, investigasi kontak, pemberian terapi pencegahan tuberkulosis, pendampingan pasien, serta menghilangkan stigma terhadap penyandang TBC.
Selain itu, Pemerintah Kota Kendari juga meluncurkan Paket SEHAT SPESIAL, sebuah inovasi layanan pemeriksaan kesehatan gratis yang diintegrasikan dengan intervensi pencegahan stunting bagi balita dan ibu hamil. Program ini diharapkan mampu memperkuat layanan kesehatan primer sekaligus meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat.
“Melalui inovasi ini kami berharap seluruh elemen masyarakat ikut berperan aktif dalam upaya pencegahan penyakit sekaligus mendukung percepatan pencapaian indikator kesehatan di Kota Kendari,” kata Hasria.
Pada kesempatan tersebut, Dinas Kesehatan Kota Kendari juga memberikan penghargaan kepada puskesmas dengan kinerja terbaik pada Program Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Semester I Tahun 2026. Puskesmas Kandai dinobatkan sebagai pengelola program imunisasi terbaik, Puskesmas Perumnas sebagai pengelola surveilans terbaik, Puskesmas Poasia meraih penghargaan sebagai pengelola program penyakit menular, penyakit tidak menular, sekaligus pengelola Program P2 terbaik, Puskesmas Lepo-Lepo sebagai pengelola program deteksi kanker serviks dan kanker payudara terbaik, serta Puskesmas Wua-Wua sebagai pengelola program kesehatan lingkungan terbaik.
Melalui penguatan koordinasi, peluncuran berbagai inovasi, serta pemberian apresiasi kepada fasilitas pelayanan kesehatan berprestasi, Pemerintah Kota Kendari optimistis target eliminasi tuberkulosis dan peningkatan kualitas layanan kesehatan dapat tercapai. Upaya tersebut diharapkan mampu mewujudkan masyarakat Kendari yang semakin sehat, produktif, dan sejahtera.






