Kendari – Perdebatan mengenai apakah siklus empat tahunan Bitcoin (Bitcoin halving cycle) akan kembali terulang kembali memanas di kalangan komunitas kripto. Setelah halving terakhir pada April 2024, banyak analis meyakini bahwa puncak bull run berikutnya diperkirakan terjadi pada tahun 2025 hingga awal 2026. Sejumlah pengamat regional, termasuk para trader dari Komunitas Kripto Sulawesi Tenggara (Kripto Sultra), ikut memberikan pandangannya terhadap arah pasar aset digital terbesar di dunia tersebut.
Siklus empat tahunan Bitcoin merujuk pada peristiwa halving yang mengurangi reward penambang sebesar 50%, sehingga menekan pasokan BTC baru ke pasar. Secara historis, halving selalu menjadi pemicu utama bull run besar—terjadi pada 2013, 2017, dan 2021. Meski tidak ada jaminan siklus akan berulang sepenuhnya, berbagai indikator menunjukkan bahwa pola yang sama memiliki probabilitas kuat.
Sejumlah analis global memproyeksikan bahwa Bitcoin berpeluang memasuki fase percepatan harga mulai awal 2025 dan mencapai puncak paling agresif pada kuartal II atau III tahun 2026. Hal ini didorong oleh meningkatnya permintaan institusional, produk ETF Bitcoin yang semakin masif, serta berkurangnya pasokan BTC di bursa yang mengarah pada potensi *supply shock*.
Sementara itu, dari perspektif komunitas lokal, salah satu member aktif Komunitas Kripto Sultra, Rian Adriansyah, menilai bahwa tahun 2026 akan menjadi momentum terbesar bagi investor yang bersabar sejak fase akumulasi.
Menurutnya, kombinasi antara pengetatan pasokan pasca-halving dan masuknya investor baru dari negara-negara berkembang akan menjadi motor utama kenaikan harga.
“Kalau melihat pola historis, bull run biasanya mencapai puncak satu hingga dua tahun setelah halving. Untuk siklus kali ini, saya melihat potensi besar Bitcoin menembus level tertinggi baru pada 2026. Namun tentu saja, harus tetap mengutamakan manajemen risiko karena market kripto semakin dinamis,” ujar Rian.
Rian juga menambahkan bahwa komunitas Kripto Sultra saat ini tengah memperkuat edukasi kepada trader pemula agar tidak hanya terpaku pada euforia siklus, tetapi memahami analisis fundamental, pergerakan makro ekonomi, dan manajemen portofolio jangka panjang.
Hingga kini, berbagai indikator teknikal dan makro menunjukkan sinyal positif, meskipun volatilitas diperkirakan akan tetap tinggi sepanjang 2025. Jika tren historis kembali berulang, Bitcoin bukan hanya berpeluang mencetak rekor harga baru, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekosistem aset digital secara global, termasuk di tingkat regional seperti Sulawesi Tenggara.
—






