Kendari, portal.id – Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) akan melaksanakan Pengukuran Kompetensi Digital bagi seluruh aparatur sipil negara (ASN) pada Agustus 2026. Program ini digelar bekerja sama dengan Balai Besar Pengembangan SDM dan Penelitian Kementerian Komunikasi dan Digital (BBPSDMP Komdigi) Makassar sebagai bagian dari upaya mempercepat transformasi pemerintahan digital.
Informasi tersebut disampaikan Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Tenggara, Muhammad Fadlansyah, saat memimpin Apel Gabungan lingkup Pemprov Sultra di Lapangan Kantor Gubernur Sultra, Senin (3/8/2026).
Muhammad Fadlansyah menjelaskan, pengukuran kompetensi digital bertujuan memetakan kemampuan digital ASN sebagai dasar penyusunan program pengembangan kapasitas sumber daya manusia yang lebih tepat sasaran.
“Hasil asesmen ini akan menjadi acuan dalam merancang pengembangan kompetensi ASN agar sesuai dengan kebutuhan organisasi sekaligus mendukung percepatan transformasi pemerintahan digital di lingkungan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara,” ujarnya.
Seluruh ASN Pemprov Sultra diwajibkan mengikuti asesmen yang dilaksanakan secara daring menggunakan telepon genggam, laptop, atau komputer masing-masing. Pengukuran kompetensi terdiri atas 83 butir soal dengan durasi pengerjaan sekitar 15–30 menit dan dapat diakses selama satu hari kerja mulai pukul 08.00 hingga 16.00 Wita.
Adapun materi yang diujikan mencakup literasi digital, budaya digital, etika digital, keamanan digital, serta kemampuan memanfaatkan teknologi digital dalam pelaksanaan tugas pemerintahan.
Pj Sekda menegaskan bahwa asesmen tersebut bukan untuk menilai ataupun mencari kelemahan pegawai, melainkan sebagai instrumen pemetaan kompetensi digital ASN.
Menurutnya, melalui hasil pemetaan tersebut pemerintah dapat menyusun program peningkatan kapasitas SDM yang lebih efektif sehingga mampu melahirkan ASN yang profesional, adaptif terhadap perkembangan teknologi, serta berorientasi pada pelayanan publik yang berkualitas.
Dalam kesempatan yang sama, Muhammad Fadlansyah juga mengingatkan empat bidang prioritas pembangunan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara di bawah kepemimpinan Gubernur dan Wakil Gubernur, yakni pendidikan, kesehatan, infrastruktur, serta ketahanan pangan berbasis agro-maritim.
Prioritas tersebut diwujudkan melalui pembangunan sekolah unggul, perluasan kepesertaan BPJS Kesehatan, pembangunan jalan, jembatan, dan pelabuhan, serta penguatan sektor pertanian, kelautan, dan perikanan sebagai fondasi pembangunan daerah yang berkelanjutan.






