#HeadlineMetro Kendari

Siaga Hadapi Ancaman Karhutla, Pemkot Kendari Perkuat Sinergi Lintas Sektor

×

Siaga Hadapi Ancaman Karhutla, Pemkot Kendari Perkuat Sinergi Lintas Sektor

Sebarkan artikel ini

Kendari, portal.id – Pemerintah Kota Kendari terus memperkuat kesiapsiagaan menghadapi potensi Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) serta kekeringan ekstrem. Hal itu ditunjukkan dengan keikutsertaan Asisten III Administrasi Umum Setda Kota Kendari, La Ode Abdul Manas, yang mewakili Wali Kota Kendari dalam apel gelar pasukan dan perlengkapan yang digelar Polresta Kendari, Rabu (12/8/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) bersama berbagai instansi terkait sebagai bentuk sinergi dalam mengantisipasi ancaman Karhutla di wilayah Kota Kendari.

Apel kesiapsiagaan ini bertujuan memastikan personel, sarana, dan prasarana dalam kondisi siap menghadapi potensi bencana Karhutla dan kekeringan ekstrem. Sejumlah instansi turut ambil bagian, di antaranya Polresta Kendari, Satpol PP, BPBD, Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Damkarmat, Basarnas, BMKG, TNI, serta unsur terkait lainnya.

Dalam amanatnya, Kapolresta Kendari Kombes Pol Edwin L. Sengka, S.I.K., M.Si., mengungkapkan bahwa berdasarkan prakiraan BMKG, fenomena El Niño tahun 2026 telah memasuki fase aktif dengan kategori kuat. Kondisi tersebut berpotensi memicu curah hujan yang rendah dan kekeringan berkepanjangan akibat perubahan suhu permukaan laut yang melampaui ambang batas normal.

“Puncak fenomena El Niño yang berlangsung pada akhir Juli hingga Agustus 2026 berdampak pada sejumlah wilayah di Indonesia, termasuk Kota Kendari. Musim kemarau yang lebih panjang dengan curah hujan di bawah rata-rata klimatologis meningkatkan risiko kekeringan dan kebakaran hutan maupun lahan,” ujarnya.

Kapolresta menegaskan bahwa penanganan Karhutla tidak hanya menyangkut kerusakan lingkungan, tetapi juga berdampak luas terhadap kesehatan masyarakat, aktivitas ekonomi, pendidikan, transportasi, hingga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat. Karena itu, diperlukan langkah penanganan yang cepat, terpadu, terkoordinasi, dan berkelanjutan.

Melalui apel gelar pasukan dan perlengkapan ini, seluruh pemangku kepentingan diharapkan memiliki persepsi dan pola tindakan yang sama dalam menghadapi ancaman Karhutla dan kekeringan ekstrem. Kegiatan tersebut juga menjadi momentum memperkuat koordinasi lintas sektor sekaligus memastikan setiap unsur siap menjalankan tugas sesuai fungsi masing-masing saat terjadi bencana.

Kapolresta Kendari turut menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam kegiatan tersebut. Ia berharap kesiapan bersama ini mampu meningkatkan profesionalitas dan tanggung jawab seluruh personel dalam memberikan perlindungan serta pelayanan kepada masyarakat, sehingga dampak Karhutla dan kekeringan ekstrem di Kota Kendari dapat ditekan semaksimal mungkin.

Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan ikuti WhatsApp channel portal.id