#Advetorial#HeadlineFokus RedaksiKesehatan & Gaya HidupMetro KendariPolitik & Pemerintahan

Sinergi Lintas Sektor: Mini Lokakarya Kecamatan Abeli Gencarkan Percepatan Penurunan Stunting

×

Sinergi Lintas Sektor: Mini Lokakarya Kecamatan Abeli Gencarkan Percepatan Penurunan Stunting

Sebarkan artikel ini

Kendari, portal.id – Dalam upaya serius memerangi angka stunting di wilayahnya, Pemerintah Kecamatan Abeli melalui melalui Unit Pelaksanaan Teknik Dinas Keluarga Berencana (UPTD-KB) Kecamatan Abeli, Kota Kendari Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra) hari ini sukses menyelenggarakan Mini Lokakarya (Minlok) Percepatan Penurunan Stunting Tingkat Kecamatan Tahun 2025, berlangsung di Kantor UPTD-KB Kecamatan Abeli, Jumat, (12/9/2025).

Kegiatan ini merupakan forum lintas sektor yang bertujuan untuk mendiskusikan strategi percepatan penurunan stunting di wilayah tersebut.

Dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan, seperti Sekcam, bhabinkamtibmas, Babinsa, Lurah, kepala UPTD-KB, dan para kade, serta para undangan lainnya, acara ini menegaskan pentingnya kerja sama dalam mendukung implementasi Peraturan Presiden Nomor 72 Tahun 2021 tentang Percepatan Penurunan Stunting.

Dalam sambutannya, Camat Abeli yang diwakili Sekcam Abeli Andi Wawo menekankan pentingnya sinergi antar instansi di tingkat kecamatan untuk mempercepat penanganan stunting.

“Mini lokakarya ini bukan hanya sekadar forum diskusi, tetapi juga wadah untuk menyatukan langkah strategis dan memastikan dukungan penuh dari semua sektor. Kita bertanggung jawab untuk menciptakan generasi masa depan yang lebih sehat dan berkualitas,”ujarnya.

Sementara itu, Kepala UPTD-KB Kecamatan Abeli Ramli S.Sos menyebutkan kegiatan Mini Lokakarya adalah salah satu kegiatan yang memberikan ruang bagi lintas sektor di lingkungan Kecamatan Abeli untuk membangun komitmen, menyatukan persepsi untuk memberantas stunting.

Dengan tujuan untuk menggali permasalahan yang ditemukan di lapangan dalam melaksanakan percepatan penurunan stunting. Hasil mini lokakarya akan disampaikan ke pemerintah kota sebagai saran masukan ke depannya dalam penanganan stunting.

“Perlu Koordinasi dan Komunikasi yang intens dalam Percepatan Penurunan Stunting, bersinergi bersama dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat serta komitmen kita dalam Percepatan Penurunan Stunting,”ucapnya.

Kegiatan Mini Lokakarya Percepatan Penurunan Stunting Kecamatan Abeli ini diharapkan, dapat menghasilkan rencana aksi konkret yang terukur dan berkelanjutan, demi mewujudkan generasi penerus yang sehat, cerdas dan bebas stunting di Kota Kendari, khususnya di Kecamatan Abeli. Komitmen kuat dari seluruh pihak yang terlibat menjadi kunci keberhasilan dalam upaya mulia ini.

Kegiatan Mini Lokakarya Percepatan Penurunan Stunting Kecamatan Abeli ini menghadirkan dua narasumber dari Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kota Kendari.

Pemateri pertama, Kepala Bidang Pengendalian Penduduk Penyuluh dan Penggerakan Disdalduk-KB Kendari Abd Haris Sahido membawakan materi Kolaborasi Pelaksanaan Program Gerakan Orang Tua Asuh Atasi Stunting (Genting).

Dia menjelaskan bahwa Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari terus menguatkan komitmennya dalam upaya menekan dan memutus rantai stunting di daerah itu.

“Salah satu cara program yang dilakukan yakni menggencarkan program Gerakan Orang Tua Asuh Atasi Stunting (Genting),”ujarnya.

Adapun keluarga sasaran yang berisiko stunting berdasarkan pendataan keluarga tahun 2024 di Kota Kendari sebanyak 46.259, yang teridentifikasi 10.724 KRS. Sementara target yang diberikan oleh Kemendukbangga/BKKB sebanyak 1.018 keluarga yang teridentifikasi memiliki risiko stunting.

“Identifikasi dilakukan berdasarkan enam indikator utama, termasuk akses terhadap air bersih, sanitasi layak, dan kondisi kehamilan berisiko seperti “4 terlalu” (terlalu muda/tua, terlalu sering, dan terlalu banyak anak),”katanya.

Sambungnya, setiap keluarga ini tidak hanya didampingi, tapi dijangkau secara holistik oleh berbagai sektor, kesehatan, pendidikan, hingga ekonomi. Perjuangan ini belum selesai.

“Target kita adalah menekan angka stunting hingga 14 persen secara nasional. Tanpa sinergi semua pihak, angka hanyalah angka. Tetapi jika kita bergerak bersama, itu akan jadi perubahan nyata,” tegasnya.

Dia juga mengatakan, saat ini pihaknya telah melakukan pendataan calon penerima makan bergizi gratis (MBG) non pendidikan yang ada di Kota Kendari.

“Disdalduk melalui penyuluh-penyuluh kita yang ada dilapangan telah melakukan pendataan terkait pemberian makan bergizi gratis bagi masyarakat non pendidikan,”ujarnya.

Ia menambahkan, sasaran MBG non pendidikan seperti ibu hamil, ibu menyusui dan balita (3B), kita mengacu kepada keluarga beresiko stunting, jadi keluarga beresiko stunting ini yang menjadi sasaran utama kita.

Dia menyebut setelah data sesaran sudah diperoleh, selanjutnya akan dirapatkan lagi ditingkat kelurahan bahkan tingkat kecamatan.

“Setelah itu baru diserahkan kepada tim SPPG (satuan pelayanan pemenuhan gizi) untuk dijadikan dasar pemberian makan bergizi gratis semua anggarannya di tanggung Badan Gizi Nasional (BGN) melalui anggaran  pendapatan belanja negara (APBN),”jelasnya.

Pemateri kedua, Rizaldi membawakan materi terkait Aplikasi Bangda atau Aplikasi Aksi Bangda.

Aplikasi Bangda adalah aplikasi web yang dikembangkan oleh Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) melalui Direktur Jenderal Bina Pembangunan Daerah (Bina Bangda) untuk memantau dan mengevaluasi pelaksanaan program pencegahan dan percepatan penurunan stunting di tingkat provinsi dan kabupaten/kota di Indonesia

Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan ikuti WhatsApp channel portal.id