#HeadlineBaubauFokus RedaksiKesehatan & Gaya Hidup

Sosialisasi Cegah Stunting di Batupoaro Baubau, Dari Aula hingga Masjid

×

Sosialisasi Cegah Stunting di Batupoaro Baubau, Dari Aula hingga Masjid

Sebarkan artikel ini

Baubau, portal.id – Ada strategi efisiensi anggaran yang diterapkan tanpa mengurangi esensi dari sosialisasi yang digelar Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN Perwakilan BKKBN Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra).

Momentum itu berawal dari sebuah kegiatan yang digelar Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3APPKB) Sultra bersama BKKBN Sultra.

Kegiatan itu berupa Fasilitasi Pembinaan Pengembangan dan penguatan Penyiapan Pengasuuhan 1000 Hari Pertama Kehidupan (1000 HPK) Tingkat Provinsi Sultra. Kali ini kegiatan digelar di Aula Kantor Kecamatan Batupoaro, Kota Buabau, Jumat (25/7/2025).

Kepala DP3APPKB Sultra, Zanuriah, membuka kegiatan tersebut secara resmi dengan terlebih dahulu memberi sambutan. Dalam sambutannya ia menyampaikan tentang banyak kasus dan masalah yang berkaitan dengan perempuan dan anak.

Salah satunya kasus stunting di Sulawesi Tenggara yang angkanya masih relatif tinggi. Maklum, masih berada di atas 20 persen.

Salah satu narasumber dalam kegiatan tersebut adalah Mustakim yang tak lain adalah Ketua Tim Kerja Halakiemas Perwakilan BKKBN Sultra.

Menurut salah satu panitia kegiatan tersebut, M. Adhil Utama, mereka beruntung atas kehadiran Mustakim. Mengapa? Karena Mustakim multi talenta.

Salah satunya ketika acara digelar di hari Jumat. Maka, hampir dipastikan Mustakim mendapat tugas tambahan dari umat.

Ia didaulat untuk menyampaikan khutbah di masjid terdekat dengan menyisipkan materi yang berkaitan dengan kegiatan sosialisasi yang sedang diikutinya.

“Hal seperti itu persis terjadi pada hari Jum’at sekarang ini (25/07/2025). Setelah selesai menjadi narasumber di aula kecamatan, beliau langsung menjadi khotib sholat Jum’at di salah satu masjid yang termegah di Kota Baubau ini, yakni Masjid Islamic Center,” katanya.

“Lokasinya berada di pusat Kota Baubau yang jaraknya tidak jauh dari pelabuhan Murhum dan berada di area pasar Batupoaro,” urai Adhil.

Tentu saja letak masjid yang strategis itu menjadi sangat strategis untuk menyampaikan materi sosialisasi, khususnya sosialisasi tentang pentingnya pencegahan stunting.

Jamahnya sangat banyak hingga mencapai tiga atau empat ratusan orang. Melebihi jumlah peserta sosialiasi sendiri yang hanya 90-an orang.

Masih menurut Adhil, disamping jumlah jamaah yang sangat banyak, khutbah Jum’at kali ini juga punya nilai strategis lain, yaitu seluruh jamaahnya adalah kaum adam atau laki-laki.

Sementara peserta sosialisasi di aula kantor camat, semuanya kaum hawa atau ibu-ibu. Sehingga sasaran sosialisasi menjadi lengkap, para ibu dan para suami.

Tentu saja, ada juga keuntungan lainnya. Sosialiasi cegah stunting melalui khutbah Jum’at dapat menghemat biaya negara hingga puluhan atau ratusan juta.

“Karena kami tidak perlu mengeluarkan biaya konsumsi dan transport kepada para jamaah,” ujar Adhil.

Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan ikuti WhatsApp channel portal.id