Kendari, portal.id – Wali Kota Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), Siska Karina Imran, mendorong masyarakat di daerah itu untuk memanfaatkan lahan pekarangan rumah menjadi lahan pertanian produktif untuk memenuhi kebutuhan pangan keluarga.
“Bagi masyarakat yang masih punya pekarangan atau halaman rumah bisa dimanfaatkan dengan menanam tanaman produktif seperti sayur, cabai, tomat dan tanaman hortikultura lainnya,” kata Siska Karina Imran, di Kendari, Kamis (28/8/25).
Ia mengatakan, penanaman tanaman produktif tersebut tidak hanya memanfaatkan lahan kosong, tetapi hasilnya juga dapat membantu menambah pendapatan keluarga.

“Minimal hasil yang di tanam tersebut bisa untuk konsumsi sendiri, sehingga tidak selalu harus membeli di pasar. Dan ini juga memberikan dampak pada peningkatan ekonomi masyarakat,” ujarnya.
Menurut dia, pemanfaatan lahan pekarangan rumah dengan bertanam yang dilakukan oleh masyarakat dapat membantu menekan dan mengimbangi tingkat inflasi di Kota Kendari.
“Kami berharap masyarakat proaktif dalam memanfaatkan pekarangan rumah karena dapat membantu ketersediaan pangan keluarga,” ujarnya.
Ia menambahkan, pemerintah Kota Kendari akan mendukung melalui bantuan bibit cabai untuk pengembangan program komoditi holtikultura.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Kota Kendari, Makmur, mengatakan bahwa Pemerintah Kota Kendari sangat keseriusan untuk memanfaatkan lahan pekarangan yang ada di daerah itu menjadi kawasan pertanian yang produktif melalui Program Kendari Berkebun.
Kendari Berkebun hari ini merupakan inisiasi Wali Kota Kendari dan Wakil Wali Kota Kendari dalam rangka meningkatkan ketahan keluarga menuju Kendari Semakin Maju.
Pemanfaatan lahan pekarangan rumah dinilai dapat mewujudkan ketahanan pangan dan kemandirian keluarga. Meskipun lahan yang tersedia hanya sedikit, hal itu bisa menjadi media tanam untuk mempelajari cara budidaya sayuran yang benar.
“Kita bisa melihat pekarangan rumah warga yang belum dikelola untuk menama buah, sayuran ataupun untuk beternak sekala kecil. Melalui pekarangan yang kecil, akan menimbulkan keinginan untuk menggarap atau mengola lahan yang lebih luas,” katanya.
Menurut Makmur, pemanfaatan pekarangan bukan hanya soal bercocok tanam, tetapi merupakan bagian dari hidup sehat dan mandiri.
“Dengan menanam sarutan sendiri, kita bisa menghemat pengeluaran rumah tangga, sekaligus memastikan asupan gizi keluarga lebih sehat dan segar,” katanya.

Didukung Dewan
Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Kendari, Irmawati, mendukung dan mendorong masyarakat di wilayah setempat, agar memanfaatkan lahan di sekitar pekarangan.
Warga diharapkan tidak membiarkan lahan di sekitar pekarangan terlantar dan tidak termanfaatkan. Padahal lahan tersebut, bisa menghasilkan pendapatan bagi keluarga bila di manfaatkan.
“Lahan pekarangan bisa dimanfaatkan untuk ditanami berbagai sayuran dan buah buahan. Selain terpelihara, juga dapat menghasilkan,” kata legislator asal Nasdem ini.
Menurutnya, lahan di sekitar pekarangan meskipun tidak begitu luas, bisa sangat bermanfaat dan menghasilkan sumber pangan secara mandiri.
Makanya, Pemerintah saat ini terus mendorong masyarakat dapat memanfaatkan lahan di sekitar pekarangan untuk mendukung ketahanan pangan.






