Kendari, portal.id – Pemerintah Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra) terus mendorong optimalisasi pemanfaatan lahan tidur dan tanah kosong di dalam kota untuk diolah menjadi lahan produktif.
“Tidak hanya padi, namun juga komoditas hortikultura dan tanaman pangan lainnya mulai dikembangkan yang dikemas dalam berbagai program,” kata Wali Kota Kendari, Siska karinan Imran, Senin (1/9/25).
Dikatakan, pemanfaatan lahan tidur atau lahan kosong tersebut melalui program-program seperti Luas Tambah Tanam (LTT) dan Perluasan Area Tanam (PAT) untuk meningkatkan produktivitas pertanian, memperkuat ketahanan pangan, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Pemerintah juga memberikan dukungan seperti pemetaan lahan, pelatihan, pengembangan teknologi, fasilitasi akses permodalan dan pasar, serta mendorong pengembangan pertanian organik dan jenis tanaman yang lebih produktif,” katanya.

Salah satu implementasi pemanfaatan lahan tidur atau ahan kosong di Kota kendari adalah penanaman padi varietas Inpari 2 di atas lahan seluas 2 hektare milik warga bernama Fakhriman Liambo, yang berada di Jalan R. Suprapto Lorong Pelangi, RT 18 RW 06, Kelurahan Tobuuha, Kecamatan Puuwatu.
“Ini contoh nyata bagaimana lahan tidur bisa diubah menjadi sumber ketahanan pangan. Kita tidak perlu selalu membuka lahan baru, cukup dengan mengoptimalkan yang sudah ada tapi selama ini terbengkalai. Karena itu, optimalisasi lahan tidur harus menjadi agenda prioritas lintas sektor,” katanya.
Ia juga mendorong keterlibatan aktif dari seluruh pemangku kepentingan, termasuk perusahaan pemilik lahan dan aparat keamanan, untuk menjadikan pertanian sebagai kekuatan ekonomi lokal yang berkelanjutan.
“Ini tugas bersama agar setiap jengkal tanah bisa memberi manfaat nyata. Kalau kita serius, kita bisa wujudkan swasembada pangan bahkan swasembada daging dalam waktu tidak terlalu lama,” tegasnya.
Ia juga menekankan bahwa keberhasilan optimalisasi lahan tidak berhenti pada produksi semata, tetapi harus diarahkan menuju proses hilirisasi. Menurutnya, dengan memaksimalkan seluruh rantai nilai dari hulu ke hilir, maka petani akan memperoleh nilai ekonomi yang lebih tinggi dan berkelanjutan.

Sementara itu, Kadis Pertan ian Kota Kendari, Makmur, menyebutkan lahan penanaman padi dalam upaya optimalisasi lahan tidur seluash 2 hektare di Kelurahan tersebut dikelola oleh kelompok tani Putra Tunggal Tani, dengan sistem pengairan hujan dan semi irigasi.
“Varietas padi yang ditanam, Inpari 2, merupakan jenis yang dikenal tahan hama dan cukup ideal untuk sistem pengairan tadah hujan maupun semi irigasi. Berdasarkan hasil sebelumnya, produksi di lahan ini mampu mencapai sekitar 1,7 ton, dan diharapkan meningkat dengan sistem penanaman dan pengawasan teknis yang lebih optimal,” katanya.
Dikatakan, produksi sebelumnya dari varietas itu bahkan mencapai 5 ton dalam satu musim tanam. Oleh karena itu, potensi hasil panen di lokasi tersebut kata dia, dinilai cukup menjanjikan untuk menjadi salah satu penopang kebutuhan beras lokal.
“Kegiatan penanaman padi pada lahan tidur di Kelurahan Tobuuha adalah wujud nyata keseriusan Pemkot Kendari, di bawah arahan Ibu Wali Kota Siska Karina Imran, dalam menjalankan program-program nasional, khususnya yang berkaitan dengan ketahanan pangan. Ini juga bentuk pemberdayaan petani lokal agar mereka tidak berjalan sendiri,” jelas Makmur.

Secara umum, tujuan optimalisasi lahan tidur yakni menambah luas area tanam dan meningkatkan produksi pangan di suatu wilayah, meningkatkan pendapatan ekonomi melalui kegiatan pertanian di lahan tidur, misalnya dengan mengembangkan pertanian organik, meningkatkan daya dukung lahan dan membuatnya lebih produktif untuk berbagai sektor seperti pangan, hortikultura, dan peternakan.
Sedangkan program dan Inisiatif pemerintah diantaranya Program Luas Tambah Tanam dan Perluasan Area Tanam yang dijalankan oleh dinas terkait menjadi salah satu cara mendorong pemerintah daerah untuk mengoptimalkan lahan tidur.
Kemudian mendorong pengembangan pertanian organik di lahan-lahan tidur untuk kesejahteraan dan kelestarian lingkungan. Memetakan dan mengidentifikasi lahan tidur potensial sebagai langkah awal sebelum melakukan penanaman. Memberikan pelatihan kepada petani dan memperkenalkan teknologi pertanian yang sesuai untuk lahan tidur.






