Kendari, portal.id – Anggota Pewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) Daerah Pemilihan (Dapil) Sulawesi Tenggara (Sultra), La Ode Umar Bonte, menghadiri Kompetisi Desain Kebaya dan Kerudung Fatmawati Trophy 2026 Regional 13 yang melibatkan peserta dari Sulawesi Tenggara, Sulawesi Barat (Sulbar), dan Sulawesi Selatan (Sulsel), di salah satu hotel di Kota Kendari, Sabtu (12/9/2026).
Kompetisi yang diinisiasi DPD PDI Perjuangan Sulawesi Tenggara tersebut dibuka oleh Ketua DPP PDI Perjuangan Bidang Perempuan dan Anak, I Gusti Ayu Bintang Darmawati.
Umar Bonte hadir memberikan dukungan terhadap pelaksanaan kegiatan tersebut. Ia menilai kompetisi desain kebaya dan kerudung ini tidak hanya menjadi ajang kreativitas, tetapi juga menjadi ruang untuk memperkenalkan serta mengangkat potensi budaya daerah, khususnya kain tenun Sulawesi Tenggara.
“Saya hadir memberikan support karena tenunan-tenunan khas Sulawesi Tenggara itu cukup baik dan bisa diadu dalam skala nasional bahkan internasional,” kata Umar.
Menurutnya, kompetisi tersebut berlangsung cukup ketat karena menghadirkan dewan juri dari Jakarta. Dari peserta yang tampil, terdapat dua peserta yang mewakili Sulawesi Tenggara.
Umar menilai peserta yang berhasil lolos merupakan hasil penilaian profesional dari dewan juri. Ia pun berkomitmen untuk terus memberikan dukungan ketika perwakilan Sultra nantinya mengikuti tahapan kompetisi di Jakarta.
“Saya akan terus membackup dan mencoba mendampingi mereka sebagai perwakilan DPD RI,” ujarnya.
Umar juga menilai kegiatan semacam ini penting untuk terus dikembangkan karena membawa misi pelestarian budaya sekaligus promosi daerah.
Ia bahkan mengaku terinspirasi setelah menyaksikan langsung kreativitas para peserta dalam mengolah tenun daerah menjadi busana yang modern dan bernilai estetika.
“Saya memiliki keinginan untuk membuat acara seperti ini di Sulawesi Tenggara. Perlombaan-perlombaan seperti ini perlu didorong, karena yang diangkat adalah potensi tenunan daerah dan budaya daerah,” jelasnya.
Tak hanya memberikan dukungan secara langsung, Umar mengaku tertarik menggunakan busana berbahan tenun Sultra sebagai bagian dari upaya mempromosikan daerah di tingkat nasional.
“Saya tadi langsung tertarik dan mengundang salah satu desainer. Saya meminta untuk diukur dan ingin membuat baju berbahan tenunan seperti itu yang nantinya akan saya tampilkan di DPD RI,” ungkapnya.
Ia menegaskan bahwa promosi potensi daerah tidak semata-mata menjadi tanggung jawab pemerintah daerah. Menurutnya, seluruh elemen masyarakat, termasuk wakil daerah di tingkat nasional, memiliki peran untuk memperkenalkan kekayaan budaya Sultra.
“Yang bisa mempromosikan daerah ini adalah kita sendiri. Kita tidak boleh hanya menunggu dari pemerintah daerah,” tegas Umar.
Ia berharap ke depan semakin banyak event yang mengangkat kain tradisional dan budaya Sulawesi Tenggara. Bahkan, konsep kompetisi seperti Fatmawati Trophy dinilainya dapat diadaptasi dengan mengangkat tokoh-tokoh daerah Sultra sebagai inspirasi.
“Ke depan mungkin kita bisa mengambil standar pahlawan nasional atau tokoh Sulawesi Tenggara yang bisa kita adopsi dalam konteks budaya kita,” pungkasnya.






