#HeadlineKonawe Selatan

Waspadai Karhutla dan Kekeringan, Bupati Konsel: Sudah Ada 4-5 Kasus Kebakaran dalam Sebulan

×

Waspadai Karhutla dan Kekeringan, Bupati Konsel: Sudah Ada 4-5 Kasus Kebakaran dalam Sebulan

Sebarkan artikel ini

Kendari, portal.id – Bupati Konawe Selatan (Konsel), Irham Kalenggo, mengungkapkan bahwa wilayahnya mulai menghadapi ancaman serius kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta kekeringan akibat musim kemarau yang berkepanjangan.

Hal tersebut disampaikan Irham usai menghadiri Apel Siaga dan Simulasi Penanggulangan Bencana Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) serta Kekeringan Provinsi Sulawesi Tenggara Tahun 2026 di Lapangan Upacara Kantor Gubernur Sultra, Rabu (26/8/2026).

Irham mengatakan, Pemerintah Kabupaten Konawe Selatan telah melakukan berbagai langkah antisipasi, mulai dari meningkatkan kewaspadaan, pengawasan, hingga menyiapkan sosialisasi kepada masyarakat untuk mencegah terjadinya kebakaran.

“Dalam satu bulan terakhir sudah terjadi sekitar empat hingga lima kejadian kebakaran. Kondisi ini tentu menjadi perhatian serius dan kami telah melakukan langkah-langkah antisipasi,” ujarnya.

Menurutnya, hampir seluruh wilayah yang memiliki kawasan hutan di Konawe Selatan memiliki potensi terjadinya kebakaran saat musim kemarau, sehingga diperlukan pengawasan yang lebih intensif.

Selain ancaman karhutla, Irham juga mengakui sejumlah wilayah di Konawe Selatan mulai mengalami kekeringan. Beberapa daerah yang terdampak di antaranya Kecamatan Lalembuu dan beberapa titik lainnya yang mengandalkan sektor pertanian.

“Konawe Selatan merupakan daerah dengan potensi sawah yang cukup besar. Ketika hujan tidak turun dalam waktu lama, lahan pertanian menjadi kering dan kondisi ini sangat memprihatinkan bagi petani,” katanya.

Ia menjelaskan, pemerintah daerah terus berupaya membantu masyarakat, termasuk memanfaatkan sumber air yang masih tersedia untuk dipompa dan dialirkan ke wilayah yang membutuhkan.

“Kalau masih ada sumber air, akan kami pompa untuk membantu masyarakat. Namun saat ini banyak sungai yang debit airnya sudah menurun bahkan mulai mengering, sehingga menjadi tantangan tersendiri,” ungkapnya.

Irham berharap seluruh masyarakat turut meningkatkan kewaspadaan, tidak membuka lahan dengan cara membakar, serta bersama-sama menjaga lingkungan agar risiko karhutla dan dampak kekeringan dapat diminimalkan.

Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan ikuti WhatsApp channel portal.id