Uncategorized

145 PNS Kemenag Sultra Resmi Dilantik, Kakanwil Tekankan Disiplin dan Integritas

×

145 PNS Kemenag Sultra Resmi Dilantik, Kakanwil Tekankan Disiplin dan Integritas

Sebarkan artikel ini

Kendari, Portal.id – Menteri Agama RI, Prof. Dr. KH. Nasruddin Umar, MA secara simbolis melantik dan mengambil sumpah 145 orang PNS di Lingkungan Kanwil Kemenag Sultra dan PNS Kemenag serentak se Indonesia yang berlangsung secara virtual, Kamis (21/05/2026) di Aula Kanwil Kemenag Sultra.

Pelantikan dan pengambilan sumpah disaksikan Kakanwil Kemenag Sultra H. Mansur, S.Pd., MA, sejumlah pejabat administrator Kanwil Kemenag Sultra, Kepala Kantor Kemenag Kab/Kota se Sultra dan ASN lingkup Kanwil Kemenag Sultra.

Menag dalam sambutannya menekankan bahwa ASN Kementerian Agama harus menjadikan prinsip “Istiqamah” sebagai pedoman hidup dan karier. Menurutnya, istiqamah bukan hanya keteguhan dalam bekerja, tetapi juga mencerminkan nilai spiritual dan moral dalam pengabdian.

Menag kemudian menguraikan makna “Istiqamah” sebagai rangkaian nilai yang harus dimiliki ASN. Huruf “I” dimaknai sebagai ikhlas, yakni bekerja dengan niat tulus karena Allah SWT. Selanjutnya “S” adalah Sabar.

“Tawadhu menjadi sikap berikutnya, yakni menempatkan diri dengan rendah hati dan santun kepada siapa pun. Karakter ASN Kementerian Agama harus dibangun dengan kerendahan hati dan akhlakul karimah,” katanya.

Selain itu, ASN juga diminta memiliki sikap Ihsan dalam bekerja, Qonaah atau merasa cukup dengan apa yang dimiliki, serta Amanah dalam menjalankan tugas. Menurutnya, amanah merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari keimanan.

“Orang beriman harus amanah. Tidak mungkin seseorang disebut beriman jika tidak dapat dipercaya,” tegasnya.

Menag menambahkan, bahwa H atau hikmah atau kearifan dalam mengambil keputusan harus lahir dari perpaduan antara pertimbangan rasional dan pertimbangan batin.

Ia optimistis, apabila nilai-nilai istiqamah diterapkan secara konsisten, ASN tidak hanya akan berhasil dalam karier, tetapi juga sukses dalam kehidupan bermasyarakat hingga menjadi kebanggaan bangsa dan negara.

“Mulai hari ini ubah gaya hidup dan pandangan hidup sebagai konsekuensi menjadi ASN Kementerian Agama. Jadilah pribadi yang ikhlas, sabar, tawadhu, ihsan, qonaah, amanah, dan penuh hikmah,” pungkasnya.

Sementara itu, Kakanwil H. Mansur dalam sambutannya menegaskan, bahwa perubahan status dari CPNS menjadi PNS bukan sekadar administratif, tetapi juga perubahan pola pikir dan tanggung jawab dalam melayani masyarakat.

Menurutnya, ASN Kementerian Agama bukanlah pegawai biasa, melainkan pelayan umat yang memiliki tanggung jawab besar di tengah masyarakat. Ia menekankan bahwa seorang ASN harus mampu menjaga citra institusi dengan menunjukkan sikap disiplin, profesional, dan berintegritas.

“Ketika sudah dilantik menjadi PNS, maka yang berubah bukan hanya status, tetapi juga cara berpikir dan cara bekerja. Kita bukan lagi sekadar pekerja, tetapi pelayan umat,” ujarnya.

Mansur menjelaskan, ASN Kementerian Agama memiliki tanggung jawab moral yang lebih besar dibanding instansi lainnya karena membawa nama agama dalam setiap pelayanan kepada masyarakat. Oleh karena itu, kedisiplinan menjadi kunci utama dalam menjalankan tugas.

Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga etos kerja dan tidak bermalas-malasan dalam bekerja. Menurutnya, kesejahteraan yang diterima ASN harus diimbangi dengan dedikasi dan kinerja yang baik.

“Kunci utama ASN adalah disiplin. Jangan hanya menuntut hak, tetapi harus diiringi tanggung jawab dan pengabdian yang maksimal,” tegasnya.

Selain itu, Mansur menekankan pentingnya pelayanan yang cepat dan berkualitas kepada masyarakat. Ia memperkenalkan konsep pelayanan “FAST”, yakni Fatonah, Amanah, Siddiq, dan Tabligh sebagai prinsip dasar dalam bekerja.

“Pelayanan harus cepat, jujur, amanah, dan dapat dipercaya. ASN harus menjadi contoh yang baik di tengah masyarakat,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, ia juga mengingatkan seluruh ASN untuk terus belajar dan mengembangkan kemampuan diri. Menurutnya, keberhasilan ASN tidak hanya ditentukan oleh tingkat pendidikan, tetapi juga oleh kualitas kinerja dan kemampuan beradaptasi.

Di akhir arahannya, Mansur meminta seluruh pimpinan dan kepala kantor untuk membina para ASN baru agar dapat bekerja dalam lingkungan yang sehat dan produktif, serta menjauhi sikap dan perilaku negatif yang dapat merusak organisasi.

Ia berharap kehadiran para ASN baru dapat menjadi energi dan semangat baru bagi Kementerian Agama di Sulawesi Tenggara dalam meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.

“Semoga kehadiran ASN baru ini mampu membawa perubahan positif dan memperkuat reformasi birokrasi di lingkungan Kementerian Agama,” tandasnya.

Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan ikuti WhatsApp channel portal.id