Kendari, Portal.id — Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Tenggara, H. Mansur, memberikan pembinaan kepada ASN Kemenag Sultra dalam rangkaian kegiatan Zikir dan Doa Bersama yang berlangsung di Masjid Amal Bakti Kanwil Kemenag Sultra, Kamis (21/5/2026).
Kegiatan tersebut diikuti ASN Kanwil Kemenag Sultra, ASN Kemenag Kabupaten/Kota, madrasah, KUA, pondok pesantren, serta penyuluh agama Islam se-Provinsi Sulawesi Tenggara, baik secara daring maupun luring.
Dalam arahannya, Kakanwil mengajak seluruh jajaran untuk memperbarui semangat pengabdian serta memperkuat komitmen disiplin dan integritas dalam menjalankan tugas sebagai pelayan masyarakat melalui zikir yang dilakukan bersama.
“Zikir bukan hanya sekadar rutinitas ibadah, tetapi juga menjadi sarana memperkuat janji pengabdian dan semangat kerja,” tegasnya.
Ia mengibaratkan ASN seperti air laut yang tetap asin meskipun menerima berbagai aliran air dan kotoran. Menurutnya, ASN harus memiliki keteguhan prinsip agar tidak mudah terpengaruh oleh berbagai godaan dalam pekerjaan.
“Janji pengabdian itu harus terus diperbarui setiap hari. Karena manusia mudah tergoda, maka zikir menjadi pengingat agar kita tetap istiqamah dalam menjalankan amanah,” ujarnya.
H. Mansur menekankan pentingnya membangun tiga bentuk disiplin dalam lingkungan kerja, yakni disiplin waktu, disiplin pikir, dan disiplin regulasi.
Menurutnya, disiplin waktu berkaitan dengan ketepatan hadir, semangat kerja, dan menyelesaikan pekerjaan tanpa menunda-nunda. Ia mengingatkan bahwa pekerjaan yang ditunda hanya akan menumpuk dan berdampak pada lambatnya pelayanan kepada masyarakat.
Sementara itu, disiplin pikir diartikan sebagai kemampuan mencintai pekerjaan, menghindari ego sektoral, serta menjauhi budaya saling menjatuhkan di lingkungan kerja. Perubahan pola pikir positif, kata dia, menjadi bagian penting dalam reformasi birokrasi dan manajemen perubahan di tubuh Kementerian Agama.
“Budaya toksik harus dihilangkan. Kita harus membangun semangat kerja yang sehat, saling mendukung, dan fokus pada pelayanan,” katanya.
Adapun disiplin regulasi menjadi perhatian utama dalam menjaga tata kelola pemerintahan yang baik dan bersih. ASN diingatkan agar tetap berinovasi tanpa melanggar aturan yang berlaku.
Dalam kesempatan itu, H. Mansur juga mengingatkan seluruh ASN agar semakin berhati-hati dalam menjalankan tugas dan memperkuat disiplin terhadap aturan.
“Dalam regulasi terbaru, pelanggaran yang dilakukan bawahan dapat berdampak kepada atasan satu tingkat di atasnya. Karena itu, pimpinan diminta aktif melakukan pendampingan dan pengawasan kepada seluruh jajaran di bawahnya,” ujarnya.
Menutup arahannya, Kakanwil mengajak seluruh ASN membangun komitmen “Zero Pelanggaran Aturan” demi mewujudkan reformasi birokrasi dan penguatan Zona Integritas di lingkungan Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Tenggara.
“Kalau disiplin ini mampu kita bangun bersama, maka kantor kita akan semakin baik dan mampu menjadi pelopor dalam reformasi birokrasi,” pungkasnya.






