Ekonomi & BisnisNewsPemerintahan

Kadin dan Pemprov Sultra Perkuat Sinergitas untuk Jaga Harga Pangan Jelang Ramadan

×

Kadin dan Pemprov Sultra Perkuat Sinergitas untuk Jaga Harga Pangan Jelang Ramadan

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi. Foto: Create ChatGPT.

Portal.id, KENDARI – Tingginya inflasi di sejumlah daerah serta kebutuhan menjaga stabilitas harga pangan menjelang bulan suci Ramadan menjadi alasan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Sulawesi Tenggara (Sultra) memperkuat sinergi dengan pemerintah provinsi (Pemprov). Kondisi itu mendorong Kadin menyatakan dukungan penuh terhadap program unggulan Gubernur Sultra, Andi Sumangerukka, khususnya di sektor ketahanan pangan dan pemberdayaan ekonomi kerakyatan.

Kadin Sultra menilai intervensi pasar perlu dilakukan, terutama di wilayah dengan angka inflasi tinggi seperti Kabupaten Kolaka yang tercatat 6,75 persen, serta Kota Baubau dan Kabupaten Wakatobi. Melalui kolaborasi tersebut, ketersediaan bahan pokok seperti beras, telur, dan minyak goreng diharapkan tetap terjaga.

Ketua Kadin Sultra, Anton Timbang, menegaskan sinergi itu bukan sekadar koordinasi administratif, tetapi diwujudkan dalam langkah konkret. Salah satunya melalui peluncuran gerakan pasar murah (GPM) yang dijadwalkan mulai 14 Februari 2026 mendatang.

Usai melakukan audiensi dengan Andi Sumangerukka di kantornya, Selasa (10/2/2026), Anton Timbang menegaskan bahwa Kadin Sultra siap menjadi mesin penggerak dalam mensukseskan visi Gubernur Sultra.

“Kami mendukung penuh program Pak Gubernur yang mendorong ekonomi daerah lebih mandiri dan kompetitif. GPM ini adalah salah satu bentuk nyata kolaborasi antara dunia usaha dan pemerintah,” tegas Anton.

Dalam mendukung kebijakan tersebut, Kadin Sultra memfokuskan langkah pada tiga pilar utama, yakni penguatan ekonomi daerah melalui intervensi pasar, pemberdayaan UMKM, serta ketahanan pangan. Hingga kini, ribuan UMKM telah dibina dan sekitar 3.000 di antaranya resmi berstatus PT Perorangan agar mampu bersaing secara profesional.

Selain itu, Kadin juga terlibat aktif dalam pemetaan lahan pertanian produktif serta mendorong hilirisasi sumber daya lokal guna menjaga stabilitas harga dalam jangka panjang.

Lebih jauh, Anton menjelaskan langkah ini merupakan bagian dari uji coba sistem distribusi besar yang dicanangkan pemerintah. Dengan melibatkan UMKM binaan Kadin dalam rantai pasok GPM, potensi lokal dapat terserap maksimal sesuai dengan target Gubernur untuk menciptakan kemandirian ekonomi bagi masyarakat Sultra.

“Sinergi ini mencakup koordinasi harga, ketersediaan stok, hingga penyediaan infrastruktur bagi UMKM. Kami siap memastikan masyarakat terbantu dan pangan tetap terjangkau,” tutup Anton.

Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan ikuti WhatsApp channel portal.id