Portal.id, KENDARI – Sejumlah atlet cabang olahraga bela diri asal Sulawesi Tenggara (Sultra) mendatangi kediaman mantan gubernur, Nur Alam, untuk menyampaikan keluhan terkait bonus yang belum mereka terima.
Para atlet itu mengaku belum memperoleh realisasi janji bonus yang sebelumnya disampaikan Gubernur Sultra, Andi Sumangerukka, bersama Ketua KONI Sultra, Andi Ady Aksar.
Mereka memilih mendatangi Nur Alam karena dinilai memiliki pengalaman dalam pembinaan olahraga, mengingat pernah menjabat sebagai Ketua KONI sekaligus kepala daerah di provinsi tersebut.
Keluhan itu muncul setelah janji pemberian bonus belum juga direalisasikan, meskipun sebelumnya telah diumumkan secara terbuka. Para atlet tersebut merupakan peraih medali pada ajang Pekan Olahraga Nasional Bela Diri 2025 yang berlangsung di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah.
Dalam kompetisi tersebut, kontingen bela diri Sultra membawa pulang dua medali perak dan tujuh medali perunggu. Namun hingga April 2026, sembilan atlet peraih medali itu belum menerima bonus dalam bentuk uang tunai.
Perwakilan atlet, Muhammad Mulaidi, mengatakan penyerahan bonus sejauh ini hanya bersifat simbolis.
“Sejak penyerahan plakat itu, kami terus menanyakan ke KONI, tapi jawabannya selalu belum cair. Tidak ada kepastian sampai sekarang,” ujarnya, Jumat (17/4/2026) malam.
Ia menjelaskan, bonus yang dijanjikan masing-masing sebesar Rp50 juta untuk peraih medali perak dan Rp30 juta untuk medali perunggu, dengan total mencapai Rp310 juta. Namun hingga kini, janji tersebut belum terealisasi.
Menurutnya, kondisi ini mengecewakan mengingat para atlet telah menjalani proses panjang, termasuk meninggalkan pekerjaan dan pendidikan selama pemusatan latihan demi berprestasi untuk daerah.
Menanggapi hal itu, Nur Alam menyampaikan keprihatinan sekaligus mengkritik belum dipenuhinya janji tersebut.
“Kalau sudah dijanjikan, apalagi disampaikan ke publik, itu wajib dipenuhi. Jangan sampai atlet dibiarkan menunggu tanpa kepastian,” tegasnya.
Ia menilai, pemberian bonus bukan sekadar bentuk seremoni, melainkan bagian dari penghargaan atas perjuangan atlet.
“Ini bukan hanya soal bonus, tapi soal komitmen dan penghargaan terhadap perjuangan atlet. Kalau ini diabaikan, kepercayaan atlet bisa hilang,” tambahnya.
Nur Alam juga mendesak pemerintah provinsi bersama KONI Sultra agar segera menuntaskan kewajiban tersebut.
Sebagai informasi, medali yang diraih kontingen bela diri Sultra pada ajang tersebut berasal dari beberapa cabang, yakni Shorinji Kempo (1 perak, 1 perunggu), taekwondo (1 perak, 2 perunggu), pencak silat (2 perunggu), dan sambo (2 perunggu).












