#Headline

Aslan, Mantan Kepsek SMA 9 Kendari Masih Kuasai Sejumlah Aset Sekolah Senilai Rp63 Juta

×

Aslan, Mantan Kepsek SMA 9 Kendari Masih Kuasai Sejumlah Aset Sekolah Senilai Rp63 Juta

Sebarkan artikel ini
Kasek SMA 9 Kendari, Ishak Paway saat ditemui di ruang kerjanya, Jumat

Kendari, portal.id – Pasca dinonjob sebagai kepala sekolah SMAn 9 Kendari, Aslan dikabarkan masih menguasai sejumlah aset sekolah itu senilai puluhan juta rupiah. Bahkan Aset yang sebagian besar barang elektronik tersebut dikuasai Aslan tanpa sepengetahun pihak sekolah.

“Masalah ini saya sudah laporkan secara tertulis kepada kepala Dinas Pendidikan dan Kabudayaan Sulawesi Tenggara bapak Yusmin untuk ditindaklanjuti,” ungkap kepala SMAN 9 Kendari, Ishak Paway kepada wartawan, Jumat (26/5/23).

Ishak mengaku, informasi kehilangan aset sekolah tersebut diperoleh dari para guru dan staf saat hari pertama masuk menjabat kepala sekolah.

“Saya sebagai pejabat baru, berdasarkan informasi teman-teman di sekolah ini ternyata ada beberapa aset sekolah yang dikuasai kepala sekolah sebelumnya Aslan tanpa diketahui dibawa keluar dari sekolah ini,” ujar Ishak yang pernah menjabat kepala sekolah SMAN 2 Konawe Selatan itu.

Ishak menjelaskan, sesuai daftar rincian tertulis, aset yang dibawa pergi eks kepala sekolah SMAN 9 Kendari itu diantaranya empat buah laptop berbagai merek, satu buah alat pengisap debu (Vakum), termasuk printer dan camera digital yang total nilainya sekitar Rp63 juta.

“Aset yang dikuasai saudara Aslan itu seluruhnya hasil pembelian dari dana BOS. Ada beberapa yang kami tidak tulis karena nilainya kecil. Tapi Kami minta kepada pa Aslan agar memiliki itikad baik untuk segera mengembalikan aset –aset tersebut karena itu harus dipertanggungjawabkan,” tutur Ishak.

Sebagai pimpinan sekolah, Ishak berkewajiban dan bertanggungjawab secara moral atas pencatatan dan pendataan aset sekolah barang hak milik Negara yang harus dijaga dan dipertanggungjawabkan dibawah naungan dinas pendidikan dan kebudayaan Sultra.

“Saat saya meminta dari teman-teman sarana prasara untuk mencatat dan melakukan verifikasi aset sekolah, ternyata ada beberapa item tidak ditemukan lagi dan secara tidak langsung itu artinya bahwa siapapun yang menjabat sebelum saya, itu berpotensi menghilangkan atau mengambil aset Negara,” terang Ishak.

Sebagai tindaklanjut atas dugaan penguasaan aset sekolah, Ishak Paway juga sudah mengutus beberapa guru dan staf untuk bertemu eks kepala SMAN 9 kendari Aslan, namun tidak ada jawaban positif.

“Secara humanis teman-teman melakukan komunikasi dengan pa Aslan dikediamanya namun komunikasi tertutup atau tidak kooperatif dengan berbagai macam alasan bahkan nomor saya juga di blokir,” kata Ishak.

Menanggapi hal ini, kepala Dinas Dikbud Sultra Yusmin meminta kepada eks kepala SMAN 9 Kendari Aslan termasuk beberapa kepala sekolah lainya untuk segera mengembalikan aset sekolah karena itu merupakan inventaris Negara.

“Saya minta kepada saudara Aslan dan kepada eks kepala sekolah lainya untuk beritikad baik segera mengembalikan aset Negara itu, karena jika ini dikuasai secara pribadi maka kami langsung melaporkan ke pihak berwajib,” tegas Yusmin.

Secara terpisah, Aslan mengaku akan mengembalikan semua aset yang kini dikuasai setelah dilakukan Serah Terima Jabatan (Sertijab) kepala sekolah.

Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan ikuti WhatsApp channel portal.id