Portal.id, KENDARI – Kapasitas Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Puuwatu, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra) menjadi perhatian berbagai pihak. Dengan luas lahan sekitar 36 hektare, terdapat sejumlah prediksi berbeda mengenai berapa lama kawasan ini masih dapat menampung produksi sampah yang masuk setiap harinya.
Data Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Kota Kendari, pada periode Maret 2026, rata-rata produksi sampah di TPA Puuwatu melonjak menjadi 350 ton per hari. Angka tersebut terbilang sangat banyak, jika dibanding tahun-tahun sebelumnya.
Dimana tahun 2024, produksi sampah berkisar 98 ton. Angka itu merupakan akumulasi dari volume sampah harian sebanyak 270 ton. Tidak berbanding jauh dengan triwulan I 2025, volume sampah harian di TPA Puuwatu mencapai 243 ton.

Kepala DLHK Kota Kendari, Erlis Satya Kencana pada 31 Desember 2025, mengatakan kenaikan jumlah sampah yang terjadi setiap tahunnya sejalan dengan bertambahnya jumlah penduduk dan juga kuliner yang menghasilkan penambahan volume sampah.
“Kota Kendari sudah banyak penduduk, pendatang, kemudian kuliner yang memang banyak menghasilkan sampah,” kata Erlis.
Pada 28 Maret 2024, Plt. Kepala UPTD Puuwatu, Geritrida Fenumby telah membunyikan alarm ancaman, bahwa umur TPA Puuwatu hanya bisa bertahan hingga tahun 2027 “Umur TPA kita sampai tahun 2027, sekarang sudah tahun berapa? Jadi tiga tahun lagi,” ujar Geritrida.
Meski begitu, Geritrida mengungkapkan sebuah strategi telah disiapkan untuk memperpanjang usia TPA. DLHK Kota Kendari ketika itu menyiapkan pengembangan TPS Terpadu dengan dukungan dana Rp80 miliar dari Bank Dunia. TPS Terpadu dicanangkan agar sampah-sampah yang masuk diolah terlebih dahulu.
“Jadi sampah yang datang masuk dulu di TPS Terpadu. Nanti residunya baru dibuang ke TPA sehingga bisa memperpanjang umur TPA kita,” jelasnya.

Statement yang sama juga disampaikan Kepala Bidang Persampahan dan Pengelolaan Limbah B3 DLHK Kota Kendari, Sabri, pada 23 Januari 2025. Kata Sabri, timbunan sampah rumah tangga per harinya berkisar 250 ton.
Berbeda dengan Geritrida dan Sabri, Paminuddin yang saat itu menjabat Kepala DLHK Kota Kendari menyampaikan umur TPA Puuwatu masih bisa bertahan hingga 20 tahun ke depan. Salah satu alasan utamanya adalah luas lahan yang mencapai 36 hektare. Area itu dinilai mampu bertahan hingga dua dekade.
“Prediksi kami, TPA Puuwatu masih dapat digunakan untuk menampung sampah selama 20 tahun lagi,” jelas Paminuddin, Selasa (7/1/2025).

Namun, Paminuddin tak menampik jika hal tersebut bisa terwujud dengan langkah-langkah strategis. Salah satunya pengelolaan sampah yang lebih efektif, seperti pembatasan penggunaan sampah plastik dan pembebasan lahan baru.
Narasi strategi perpanjangan umur TPA dengan menghadirkan TPS Terpadu sempat mengemuka sebagai salah satu opsi pengelolaan sampah di Kota Kendari. Hingga saat ini, belum ditemukan laporan evaluasi publik mengenai implementasi strategi tersebut. Demikian pula penelusuran melalui sumber-sumber terbuka tidak menunjukkan adanya perkembangan terbaru. Dengan demikian, status strategi tersebut masih belum dapat dipastikan telah terealisasi atau masih dalam tahap wacana.












