Wakatobi, portal.id – Pemerintah Kabupaten Wakatobi, Sulawesi Tenggara (Sultra), menggelar singkronisasi dan rapat kerja percepatan penurunan stunting di Wangiwangi, Selasa (25/7/23).
Kegiatan ini dibuka oleh Sekda Wakatobi, Abdul Rahim, dihadiri oleh Kepala BKKBN Sultra, Asmar, dan sejumlah pimpinan OPD lingkup Wakatobi.
Abdul Rahim meminta kepada seluruh OPD untuk membangun kolaborasi bersama dalam upaya menekan angka stunting di Wakatobi.
“Kita harus sering sering berkomunikasi. Berdiskusi langkah apa yang harus kita perbuat dalam upaya percepatan penurunan stuntivg,” katanya.
Menurut dia, Wakatobi kaya akan Nutrisi seperti ikan, tetapi tidak cukup hanya itu dalam upaya menurunkan stunting, tetapi perlu pola hidup yang tepat kepada masyarakat.
Kepala BKKBN Sultra, Asmar, mengatakan kegiatan penanganan stunting di Wakatobi sudah masif, sehingga hasilnya akan kelihatan pada akhir 2023.
“Hari ini kita akan lihat sejauh mana pelaksanaan percepatan penanganan stunting di Wakatobi, seperti kinerja satgas dalam membantu penanganan stunting,” katanya.
Selain itu, bisa dibangun komunikasi lintas sektor karena stunting ini bukan hanya tugas satu instansi saja, tetapi berhubungan dengan sektor lain seperti sanitasi, air bersih dan lain-lain.
Kepala Dinas Dalduk dan KB Wakatobi, Laode Safihuddin, mengatakan bahwa masih ada dua kecamatan di Wakatobi yang akses listriknya belum bisa 24 jam sehingga pelaporan kinerja penanganan stunting kadang terlambat, ditambah lagi ada desa yang belum tersentuh Internet.
Selain itu, PKB di Wakatobi hanya 7 orang, sehingga penyuluhan di lapangan belum maksimal yang berdampak pada upaya percepatan penurunan stunting,” pungkasnya.






