Pemkot Kendari dan PYC Bahas Sinergi Program Strategis Jelang UCLG ASPAC 2026

×

Pemkot Kendari dan PYC Bahas Sinergi Program Strategis Jelang UCLG ASPAC 2026

Sebarkan artikel ini

Kendari, portal.id — Pemerintah Kota Kendari menggelar pertemuan bilateral strategis bersama Purnomo Yusgiantoro Center (PYC) guna membahas sinergi program pembangunan daerah serta persiapan agenda internasional UCLG ASPAC 2026. Pertemuan tersebut dipimpin langsung oleh Siska Karina Imran di ruang rapat Wali Kota Kendari, Rabu (6/5/2026).

Dilansir dari laman kendarikota.go.id, Wali Kota Kendari menyampaikan apresiasi atas kehadiran tim PYC dan menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk menyelaraskan program pemerintah daerah dengan visi sosial kemasyarakatan yang diusung PYC.

“Tujuan hari ini adalah mensinergikan kegiatan UCLG ASPAC dan program Pemerintah Kota Kendari, sekaligus mempromosikan potensi daerah. Kami berharap ada titik temu kolaborasi, terutama untuk program-program pemerintah yang bisa disupport bersama,” ujar Siska.

Pertemuan ini turut dihadiri oleh jajaran teknis Pemerintah Kota Kendari, di antaranya Kepala Bappeda, Sekretaris Bappeda yang juga menjabat Plt. Badan Riset dan Inovasi Daerah (Brida), serta perwakilan dari Dinas Kominfo.

Dalam forum tersebut, Wali Kota memaparkan tiga isu prioritas yang saat ini menjadi fokus utama penanganan di Kota Kendari, yakni penanganan banjir, revitalisasi layanan air minum (PDAM), serta pengelolaan persampahan.

Terkait pengelolaan sampah, Pemkot Kendari tengah berupaya mendukung target nasional menuju konsep waste to energy pada tahun 2027. Saat ini, pemerintah kota telah memulai pembangunan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) dari sisi hulu, sekaligus mengoptimalkan peran Bank Sampah di tingkat kelurahan.

“Hingga saat ini, sekitar 30 dari 65 kelurahan sudah memiliki Bank Sampah. Masyarakat juga kami dorong untuk memilah sampah plastik dan B3 agar memiliki nilai ekonomi,” jelasnya.

Selain itu, Wali Kota juga menyoroti potensi ekonomi daerah melalui pengembangan Kawasan Industri Terpadu (KKIT) seluas 1.500 hektare yang telah masuk dalam Proyek Strategis Nasional (PSN). Melalui forum internasional seperti UCLG ASPAC, Kendari diharapkan dapat mengadopsi teknologi dan inovasi dari berbagai kota di kawasan Asia Pasifik.

Sementara itu, pihak PYC menyambut baik langkah konkret yang telah dilakukan Pemerintah Kota Kendari. Perwakilan PYC, Nita Wartini, menekankan pentingnya implementasi rencana aksi agar kerja sama yang dirancang tidak hanya berhenti pada tahap perencanaan.

“Kami mengharapkan rencana aksi kepala daerah benar-benar berjalan. Hasil kunjungan ini akan kami laporkan untuk penjajakan sharing lebih lanjut dengan pihak terkait seperti BPSDM maupun mitra internasional lainnya,” ujarnya.

Pertemuan tersebut ditutup dengan kesepakatan untuk melakukan pendalaman teknis melalui dinas terkait, guna memastikan kolaborasi antara PYC dan Pemerintah Kota Kendari dapat segera direalisasikan secara konkret.

Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan ikuti WhatsApp channel portal.id