Portal.id, NASIONAL – Fluktuasi harga kebutuhan pokok dan ketidakpastian kondisi ekonomi global menuntut pengelolaan keuangan rumah tangga yang jauh lebih disiplin. Dalam ekosistem domestik, seorang ibu kerap kali dipaksa bertindak sebagai manajer krisis yang menentukan hidup-matinya stabilitas pemenuhan kebutuhan keluarga.
Regulator mencatat, keluarga yang memiliki manajemen keuangan yang terencana cenderung lebih adaptif dalam menghadapi guncangan ekonomi, seperti pemutusan hubungan kerja ataupun inflasi. Sebaliknya, ketiadaan literasi finansial di tingkat dapur sering kali memicu konflik sosial yang berujung pada keretakan rumah tangga.
Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Pelindungan Konsumen Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Dicky Kartikoyono, menyebut perempuan sebagai pilar utama yang menopang ketahanan ekonomi mikro dari unit paling kecil.
“Perempuan, khususnya Ibu-Ibu PKK, adalah kunci ketahanan keuangan keluarga sekaligus fondasi kesejahteraan masyarakat. Ketika perempuan berdaya secara finansial, dampaknya tidak hanya dirasakan oleh keluarga, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi secara luas,” tegas Dicky dalam siaran pers OJK, Selasa (9/6/2026).
Melalui kecakapan dalam memilah antara kebutuhan dan keinginan, serta ketepatan dalam memilih instrumen investasi, kaum perempuan diyakini mampu membangun benteng pertahanan finansial yang kokoh dari dalam rumah.












