#HeadlineEkonomi & BisnisSulawesi Tenggara

Puncak FORKESTRA 2026 Dorong Ekonomi Sultra Inklusif, Mandiri, dan Berdaya Saing Global

×

Puncak FORKESTRA 2026 Dorong Ekonomi Sultra Inklusif, Mandiri, dan Berdaya Saing Global

Sebarkan artikel ini

Kendari, portal.id – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Sulawesi Tenggara kembali menggelar Forum Ekonomi Sulawesi Tenggara (FORKESTRA) 2026. Senin (5/10/2026). Memasuki tahun keenam penyelenggaraan, forum ini menjadi ruang strategis untuk menghimpun gagasan dan pemikiran dalam mendorong pertumbuhan ekonomi Sulawesi Tenggara yang inklusif, mandiri, dan berdaya saing global.

FORKESTRA 2026 mengusung tema “Mewujudkan Ekosistem Ekonomi Sulawesi Tenggara yang Inklusif, Mandiri, dan Berdaya Saing Global.” Tema tersebut menekankan pentingnya keterhubungan antara investasi, usaha lokal, sumber daya manusia, dan kebijakan dalam menciptakan peluang ekonomi yang lebih merata sekaligus memperkuat daya saing daerah.

Dirintis sejak 2020, FORKESTRA telah berkembang menjadi wadah bagi akademisi, mahasiswa, pelaku usaha, pemerintah, perbankan, serta masyarakat untuk menyampaikan dan mengembangkan berbagai gagasan inovatif terkait isu strategis perekonomian Sulawesi Tenggara.

Penyelenggaraan FORKESTRA 2026 terdiri atas tiga rangkaian utama, yakni sosialisasi dan diseminasi FORKESTRA, kompetisi opini ilmiah, serta seminar nasional sebagai acara puncak.

Rangkaian tersebut dirancang untuk memberikan ruang kepada peserta dalam memahami isu strategis pembangunan daerah, kemudian mengembangkan pemahaman tersebut menjadi gagasan yang didukung analisis komprehensif. Gagasan yang lahir selanjutnya dipertemukan dengan pengalaman dan perspektif para narasumber dalam seminar nasional.

Wakil Gubernur Sulawesi Tenggara, Dr. Ir. Hugua, M.Ling., yang turut hadir dalam kegiatan tersebut, menyampaikan apresiasi atas konsistensi Bank Indonesia dalam menyelenggarakan FORKESTRA hingga memasuki tahun keenam.

Menurutnya, forum tersebut memiliki peran penting dalam menghimpun dan merumuskan berbagai ide strategis dari beragam perspektif untuk mendukung kemajuan perekonomian Sulawesi Tenggara.

“Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya FORKESTRA yang telah memasuki tahun keenam. Forum ini menjadi sangat penting karena menjadi ruang untuk menghimpun dan merumuskan ide serta gagasan strategis dari berbagai sudut pandang dalam mendukung kemajuan perekonomian Sulawesi Tenggara,” ujar Hugua.

Ia berharap forum tersebut mampu melahirkan gagasan terbaik yang dapat memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan dan penguatan perekonomian Sulawesi Tenggara.

Pada seminar nasional FORKESTRA 2026, Bank Indonesia menghadirkan tiga narasumber utama, yakni Irman Faiz, Lead Economist Bank Danamon; Prof. Azhar Bafadal, Guru Besar Ilmu Ekonomi Pertanian Universitas Halu Oleo; serta Xaviera Putri, penulis dan content creator.

Kegiatan tersebut diikuti sekitar 1.300 peserta yang berasal dari berbagai kalangan, mulai dari mahasiswa, dosen dan akademisi, perbankan, korporasi, pelaku usaha, hingga pemerintah daerah.

Selain seminar nasional, puncak FORKESTRA 2026 juga dirangkaikan dengan seremoni Penandatanganan Kerja Sama Antardaerah (KAD) antara Pemerintah Kota Baubau dengan Pemerintah Kabupaten Buton dan Pemerintah Kabupaten Buton Selatan.

Kerja sama tersebut diarahkan untuk menjaga ketersediaan pasokan sekaligus mendukung pengendalian inflasi di daerah.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Tenggara, Edwin Permadi, mengatakan kerja sama antardaerah merupakan salah satu sarana strategis untuk menghubungkan sentra produksi dengan wilayah yang membutuhkan pasokan.

“Melalui kerja sama antardaerah, kita dapat menghubungkan sentra produksi dengan wilayah yang membutuhkan pasokan, disertai dengan penguatan distribusi dan komunikasi yang efektif. Dengan pasokan yang terjaga dan harga yang terjangkau, diharapkan dapat mendukung daya beli masyarakat sekaligus meningkatkan kesejahteraan produsen pangan,” kata Edwin.

Puncak FORKESTRA 2026 juga ditandai dengan penandatanganan PKS Rantai Pasok Ekspor sebagai bentuk sinergi dan kolaborasi antara Bank Indonesia dan pemerintah daerah dalam mendorong perluasan pasar bagi komoditas unggulan Sulawesi Tenggara.

Kerja sama tersebut diharapkan dapat membuka akses pasar yang lebih luas bagi produk unggulan daerah sekaligus mendorong pelaku usaha untuk meningkatkan kapasitas produksi dan daya saing produk Sulawesi Tenggara.

Ke depan, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Sulawesi Tenggara bersama Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara akan terus memperkuat sinergi dan kolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan daerah.

Upaya tersebut diharapkan mampu menjadi momentum strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi Sulawesi Tenggara yang semakin inklusif, mandiri, dan berdaya saing global.

Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan ikuti WhatsApp channel portal.id