Portal.id, KENDARI – Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Sulawesi Tenggara (Sultra) menggelar Rapat Kerja Daerah (Rakerda) XVI sekaligus Pendidikan dan Pelatihan Daerah (Diklatda) di Kendari, Senin (8/9/2025).
Kegiatan yang dihadiri Wakil Gubernur Sultra, Hugua itu membahas pentingnya peran pengusaha muda bagi pembangunan daerah. Menurut Hugua, laju pertumbuhan ekonomi Sultra yang mencapai 5,6 persen, lebih tinggi dibanding rata-rata nasional 5,12 persen, tidak terlepas dari kontribusi dunia usaha.
Hugua menjelaskan, Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Sultra masih ditopang oleh tiga sektor utama. Sektor pertanian menyumbang 23,5 persen meski hanya tumbuh 2,7 persen, sementara pertambangan memberikan kontribusi sekitar 20 persen dengan pertumbuhan 10 – 15 persen. Sektor kelautan dan perikanan, kata dia, juga memegang peranan penting dalam menjaga daya saing daerah.
“Pemerintah hanya berperan mendorong, tetapi yang benar-benar menggerakkan kekayaan negara adalah pengusaha. Karena itu, kerja sama antara pemerintah dan pelaku usaha mutlak diperlukan, terutama untuk memperkuat petani dan nelayan. Kita harus tumbuh bersama agar fondasi ekonomi daerah lebih kokoh,” kata Hugua.
Ia menambahkan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sultra telah menetapkan tiga prioritas pembangunan, yakni pendidikan, kesehatan, dan agro maritim. Menurutnya, sektor agro maritim akan menjadi fokus utama karena Sultra memiliki dua wilayah laut dalam, yaitu perairan Flores dan perairan Banda.
Ketua Umum BPD HIPMI Sultra, Triawan Rizbar Taha, menilai Rakerda kali ini menjadi momentum penting dalam merancang program kerja organisasi untuk tiga tahun ke depan. Dengan 12 bidang kerja, HIPMI Sultra diharapkan mampu melahirkan program strategis yang berdampak langsung pada perekonomian daerah.
“Harapan kami, setiap bidang dapat memberikan nilai tambah, terutama di sektor pariwisata yang sejalan dengan kebijakan nasional. HIPMI ingin membentuk pengusaha yang tidak sekadar mengejar keuntungan, tapi juga berintegritas dan memiliki mental yang kuat,” ujar Triawan.
Ia menekankan, dunia usaha tidak selalu berjalan mulus. Banyak risiko yang akan dihadapi, salah satunya kerugian.
“Yang membedakan pengusaha sejati adalah kemampuannya bangkit kembali,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua Panitia Rakerda XVI HIPMI Sultra, Dilla Ainun Tata, menegaskan kegiatan ini bukan hanya seremonial, tetapi juga sarana konsolidasi, refleksi, dan percepatan menuju kemandirian ekonomi daerah.
“Rakerda ini membuktikan komitmen HIPMI dalam membangun pengusaha muda yang tangguh secara bisnis, berintegritas, kompetitif, sekaligus memiliki semangat nasionalis. Alhamdulillah, kegiatan berjalan lancar berkat kerja keras panitia dan dukungan Steering Committee,” kata Dilla.
Ia menyebut, antusiasme peserta dari seluruh kabupaten/kota di Sultra menunjukkan semangat kebersamaan untuk berkontribusi pada pembangunan daerah. Dilla berharap Rakerda 2025 dapat menjadi titik balik kebangkitan pengusaha muda Sultra sekaligus membawa manfaat nyata bagi kemajuan ekonomi daerah.












