#HeadlineKonawe Utara

Redam Dampak Konflik PT Askon-Masyarakat Matarape, Bupati Konut Ajak Warga Jaga Kondusivitas

×

Redam Dampak Konflik PT Askon-Masyarakat Matarape, Bupati Konut Ajak Warga Jaga Kondusivitas

Sebarkan artikel ini

Konut, portal.id — Pemerintah Kabupaten Konawe Utara (Konut), Sulawesi Tenggara, bergerak cepat mengantisipasi dampak konflik antara PT Askon dan masyarakat Desa Matarape, Sulawesi Tengah, yang terjadi pada Jumat (2/10/2026).

Meski konflik terjadi di wilayah Sulawesi Tengah, aktivitas operasional perusahaan sebagian berada di kawasan perbatasan Sulawesi Tenggara dan Sulawesi Tengah, khususnya wilayah Kabupaten Konawe Utara. Kondisi tersebut menjadi perhatian pemerintah daerah untuk mencegah situasi berkembang dan memicu persoalan baru.

Sebagai langkah antisipasi, Bupati Konawe Utara Dr. H. Ikbar, SH., MH., memimpin Rapat Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) membahas situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) pascakonflik tersebut.

Rapat berlangsung di Aula Kecamatan Langgikima, Konawe Utara, Senin (5/10/2026).

Rapat turut dihadiri Wakil Bupati Konawe Utara H. Abuhaera, Wakil Ketua I DPRD Konawe Utara I Made Tarabuana, jajaran Forkopimda, serta sejumlah kepala organisasi perangkat daerah (OPD) terkait.

Hadir pula Camat Langgikima, Camat Landawe dan Camat Wiwirano, para kepala desa dan lurah, serta tokoh masyarakat dari tiga kecamatan tersebut.

Dalam rapat itu, Bupati Ikbar meminta seluruh jajaran pemerintah kecamatan, kepala desa dan lurah, serta tokoh masyarakat bersama-sama menjaga situasi tetap aman dan kondusif.

Ia secara khusus mengingatkan masyarakat Konawe Utara agar tidak mudah terprovokasi oleh informasi maupun isu yang berkembang setelah konflik antara PT Askon dan masyarakat Desa Matarape.

Menurut Ikbar, pemerintah daerah bersama pemerintah kecamatan hingga tingkat desa dan kelurahan memiliki peran penting dalam meredam situasi agar tidak berkembang menjadi persoalan baru.

“Yang harus mengademkan suasana ini adalah kita pemerintah daerah, baik itu kecamatan maupun kepala desa dan lurah,” ujar Ikbar.

Ia menegaskan, menjaga keamanan dan ketertiban bukan semata-mata menjadi tanggung jawab aparat keamanan. Peran aktif pemerintah dan seluruh elemen masyarakat juga diperlukan untuk menjaga suasana tetap kondusif.

Ikbar juga mengingatkan bahwa masyarakat Konawe Utara selama ini dikenal menjunjung tinggi nilai-nilai adat dan budaya Konasara.

Karena itu, ia mengajak seluruh pihak mengedepankan persaudaraan, menjaga ketenangan, serta menghindari tindakan maupun pernyataan yang berpotensi memperkeruh keadaan.

Bupati berharap situasi pascakonflik dapat segera kembali kondusif dan tidak meluas ke wilayah lain, khususnya kawasan yang berada di sekitar perbatasan Sulawesi Tenggara dan Sulawesi Tengah.

Pemerintah Kabupaten Konawe Utara juga mengajak seluruh masyarakat untuk tetap tenang, tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi, serta menyerahkan penanganan persoalan kepada pihak-pihak yang berwenang.

Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan ikuti WhatsApp channel portal.id